News / Nasional
Jum'at, 07 Juli 2023 | 14:50 WIB
Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto disebut tidak melirik Ketua Umum SPP PKB Muhaimin Iskandar sebagai cawapresnya. (ist)

Suara.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mencoba membuka komunikasi dengan partai politik lain untuk Pemilu 2024. Hal itu ditandai dengan direncanakannya pertemuan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar aliss Cak Imin dengan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

Menanggapi hal itu, Analis Politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menilai jika PKB buka peluang berkomunikasi dengan partai lain adalah lantaran tak mau merasa diberi harapan palsu dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) bersama Gerindra.

"Saya pikir pakai baju juga tidak mau diberikan PHP yang tidak jelas atau sesuatu yang tidak jelas walaupun mereka juga sudah punya piagam mereka sudah jauh lebih maju dibanding koalisi-koalisi lain PKB dan Gerindra ini," kata Pangi kepada wartawan, Jumat (7/7/2023).

Pangi berpandangan, PKB dalam KKIR merasa tak dianggap lantaran daya tawar Cak Imin sebagai cawapres belum juga diresmikan.

Padahal, kata dia, Cak Imin sendiri merupakan sosok politisi yang sarat akan pengalaman dan bukan figur baru.

"PKB merasa kurangnya Cak Imin, jadi mereka merasa tidak ada bargaining tidak dianggap penting oleh Prabowo. Tentu bukan tidak mungkin memang PKB akan meninggalkan Prabowo," tuturnya.

"Karena sampai hari ini tidak ada kepastian itu. Padahal kan Cak Imin juga pernah jadi menteri pernah jadi ketua DPR ketua MPR yang bisa menguasai basis suara Jawa Timur yang bisa mengunci NU. Kan artinya apa kurangnya Cak Imin begitu bukan politisi kemarin siang sudah pengalaman juga," sambungnya.

Lebih lanjut, di sisi lain, Pangi melihat Prabowo juga belum merasa pas dengan Cak Imin sebagai pendampingnya di Pilpres 2024. Hal itu lah, kata dia, yang memunculkan potensi KKIR bisa bubar karena Cak Imin bakal tidak terima jika tidak dijadikan cawapres.

"Tetapi Prabowo juga belum klik hatinya ke Cak Imin. Ini yang membuat ada kemungkinan koalisi ini juga bubar," ujarnya.

Baca Juga: CEK FAKTA: Prabowo Subianto Merapat ke Koalisi Perubahan, Siap Perang Lawan Istana

Belum lagi, Pangi menyebut soal potensi Partai Golkar merapat dengan Partai Gerindra. Hal itu memunculkan potensi duet Prabowo dengan Airlangga Hartarto.

"Ada juga kemungkinan Airlangga hartato akan masuk ke koalisi Gerindra artinya Prabowo Airlangga juga bukan tidak mungkin juga cukup potensial untuk membangun koalisi dan mereka juga sudah bisa kapal itu berlayar untuk menuju agenda menang," pungkasnya.

Elite PKB Mau Temui Megawati

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB, Syaiful Huda, mengatakan bahwa PKB sedang merencanakan pertemuan Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dengan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dalam waktu dekat.

Hal itu merupakan tindak lanjut usai Fraksi PKB dan Fraksi PDIP melakukan pertemuan dan berkomunikasi di DPR RI beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan itu PKB menitipkan pesan.

"Ya kita tunggu cari waktu yang pas (Cak Imin bertemu dengan Megawati)," kata Huda di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/7/2023).

Load More