Suara.com - Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah meragukan kebenaran terkait rumor yang menyebut Presiden Joko Widodo atau Jokowi melarang duet Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Menurutnya anggapan itu sulit untuk dipercaya.
"Saya menyangsikan adanya rumor yang menyebutkan bahwa Presiden Jokowi melarang Anies Baswedan berpasangan dengan Mas AHY. Namanya saja rumor tentu saja sulit bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata Said kepada wartawan, Jumat (1/9/2023).
"Apalagi dalam iklim demokrasi yang bebas seperti ini, ditambah masing-masing partai memiliki kedaulatan penuh dalam menentukan keputusan politiknya, tak akan ada pihak manapun yang bisa menghalangi," sambung Said.
Said mengatakan memang benar bahwa Jokowi menyatakan akan ikut cawe-cawe dalam Pilpres 2024. Tetapi perlu dicatat, konteks pernyataan cawe-cawe Jokowi itu dimaksudkan agar aparatur negara seperti TNI dan Polri tidak ikut terlibat politik dukung mendukung dalam pemilu.
"Cawe-cawe beliau juga dimaksudkan agar tidak terjadi segregasi sosial yang tajam akibat penggunaan politik identitas yang mencuat pada pemilu 2014 dan 2019," kata Said.
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI ini, cawe-cawe yang dimaksudkan oleh Jokowi juga dimaksudkan agar persatuan nasional tetap utuh. Sebab persatuan nasional adalah modal sosial untuk melanjutkan pembangunan ke depan. Terlebih tantangan kita kedepan akan semakin kompleks.
Menurut Said, Jokowi ingin memastikan bahwa penyelenggara pemilu juga harus profesional dan imparsial, agar kualitas pemilu kita semakin baik, dan melahirkan kepemimpinan nasional yang kuat.
"Di lain pihak, jika benar wacana Anies-Gus Muhaimin menjadi kenyataan, saya kira ini bukan cawe cawe Presiden Jokowi. Pak Surya Paloh sendiri sudah menegaskan hal itu kepada kawan-kawan wartawan. Saya memahami penuh kekecewaan kawan-kawan Partai Demokrat, ibarat sudah mempersiapkan kerja sama politik sedemikian rupa, namun tidak sesuai yang mereka harapkan," tutur Said.
"Saya cuma berharap akibat kejadian ini kawan-kawan Partai Demokrat tetap kepala dingin, tidak melontarkan pernyataan bahwa hal itu karena cawe-cawe Presiden Jokowi," sambungnya.
Baca Juga: Walau Dikhianati, Spanduk hingga Baliho Raksasa Anies-AHY Masih Terpasang di Jakarta Barat
Said berujar Partai Demokrat merupakan partai besar, bahkan pernah menjadi partai pemenang pada Pemilu 2009.
"Saya yakin Demokrat akan tetap menjadi penentu penting dalam konstelasi politik kita ke depan," kata Said.
Berita Terkait
-
SBY: Kami Kena Prank Musang Berbulu Domba
-
SBY Ungkap Pernah Diingatkan agar Hati-hati dengan Anies dan NasDem: Ternyata Mengandung Kebenaran
-
Demokrat Duga Ada Mastermind di Balik Duet Anies-Cak Imin
-
Meski Sudah Luntur, Tengok Lagi Jawaban AHY Balas Penawaran Anies Jadi Cawapres
-
DPD Demokrat NTB Langsung Instruksikan Kader Turunkan Baliho Anies
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024