Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengatakan pengusutan kasus korupsi yang melibatkan elite partai politik (parpol) akan ditangguhkan karena sudah memasuki tahapan Pemilu 2024.
Mahfud menyebut sejumlah lembaga penegak hukum, selain KPK, sudah melakukan hal tersebut.
“Kasus-kasus korupsi yang diduga melibatkan pelaku politik atau aktivis politik yang akan menjadi calon konstestasi di Pemilu itu ditunda dulu,” kata Mahfud kepada wartawan di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Selasa (3/10/2023).
Mahfud mengatakan, penangguhan ini dilakukan untuk membuat suasana pemilu lebih damai dan lancar. Namun penangguhan ini hanya berlaku di lembaga penegak hukum seperti Kejaksaan Agung dan Kepolisian.
Sementara, khusus KPK dipastikan tetap bisa melakukan pengusutan karena memiliki kebijakan sendiri sebagai lembaga negara yang independen.
“Sekarang ditangguhkan sejauh menyangkut calon-calon pimpinan parpol, laporannya yang masuk ke pemerintah di luar KPK, kita tangguhkan dulu demi kemanfaatan hukum,” tuturnya.
Mantan Ketua MK ini merasa khawatir pengusutan kasus korupsi yang awalnya ditujukan untuk mengurangi kerugian negara, malah membuat kondisi semakin kacau.
“Kalau tidak memberi manfaat, misalnya membuat negara guncang. Pemilu jadi kacau dan sebagainya? Oleh sebab itu kita akan menunda,” jelas Mahfud.
Sebagai informasi, penundaan pengusutan kasus korupsi ini sejatinya bukan barang baru.
Baca Juga: Yakin Cak Imin Tak Akan Jadi Tersangka KPK, Mahfud MD: Saya Nguping
Jaksa Agung ST Burhanuddin pernah menyampaikan memorandum di hadapan jajarannya untuk berhati-hati menangani kasus korupsi yang berkaitan dengan calon presiden dan wakil presiden, calon anggota legislatif, serta calon kepala daerah jelang pemilu.
Memo penundaan pengusutan sampai pemilu 2024 ini selesai disampaikan Burhanuddin Agustus 2023 lalu.
Berita Terkait
-
Yakin Cak Imin Tak Akan Jadi Tersangka KPK, Mahfud MD: Saya Nguping
-
Mahfud MD Nilai Tidak Ada Tanda Reshuffle: Tapi Presiden Punya Pertimbangan Lain
-
Mahfud MD dan Khofifah Ternyata Sudah Bicara Empat Mata dengan Megawati, Bahas Kans Jadi Cawapres Ganjar?
-
Singgung Sosok Bohir Biayai Kampanye, Kaesang: Nanti Minta Balik Modal Kalau Menjabat
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Psikologi Suporter: Mengapa Kita Membenci Tim Lawan Tanpa Alasan?
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah