Kotak Suara / Pilpres
Selasa, 10 Oktober 2023 | 15:05 WIB
Ganjar Pranowo resmi pensiun dari jabatannya sebagai Gubernur Jawa Tengah, Selasa (5/9/2023). Ganjar dan keluarga pun langsung meninggalkan rumah dinasnya. [Istimewa] - Utang Ganjar Pranowo Lebih dari Rp 1 M, Akan Pengaruhi Pencalonan Presiden?

Suara.com - Mantan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, ditunjuk PDIP sebagai bakal calon presiden dalam percaturan politik 2024 mendatang. Utang Ganjar Pranowo pun disorot dalam pencalonan dirinya sebagai capres 2024.

Berapa utang Ganjar Pranowo sebenarnya? Hal ini menjadi pembahasan sebab cost of politic dalam pemilu di Indonesia juga relatif besar. Saat menjadi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pernah melaporkan harta kekayaannya dalam e-LHKPN. 

Laporan terakhir pada 31 Desember 2022 menyebutkan Ganjar memiliki harta Rp 13.453.610.045. Total harta lebih dari Rp 13 miliar ini sudah dikurangi dengan utang Ganjar Pranowo sebesar Rp 1.370.000.000. 

Kendati demikian, nyatanya utang tidak mempengaruhi elektabilitas Ganjar Pranowo. Survei terbaru yang dirilis oleh Ipsos Public Affairs menyebutkan bahwa elektabilitas bacapres Ganjar Pranowo justru meroket. Elektabilitas ini mengalami rebound atau kembali mengungguli kandidat lain dengan angka 40,12 persen.

“Hasil ini menunjukkan Ganjar Pranowo mengalamai ‘rebound’ mengalahkan Prabowo Subianto, mengubah peta hasil telesurvey Ipsos Public Affairs pada 18 Juli 2023 yang mencatat Prabowo unggul di angka 36,65 persen dibanding Ganjar Pranowo 34,46 persen,” kata peneliti senior Ipsos Public Affairs Arif Nurul Imam dikutip dari ANTARA pada Kamis (7/9/2023). 

Menurut dia, peta elektabilitas bacapres masih akan bergerak dinamis karena faktor ketokohan dan lainnya seperti mesin politik, strategi kampanye, logistik dan lainnya.

Arif juga menjelaskan bahwa pada simulasi tiga pasang calon presiden dan wakil presiden, Ganjar Pranowo unggul saat berpasangan dengan Sandiaga Uno maupun Mahfud MD memiliki elektabilitas tertinggi (36 persen dan 39 persen).

Di lain pihak, PDIP sebagai partai yang menaungi Ganjar Pranowo juga belum mengumumkan secara resmi siapa yang akan mendampingi sang calon presiden itu.

Dua nama kandidat yang diprediksi punya elektabilitas tinggi oleh Ipsos Public Affairs juga tidak terdengar gaungnya di internal partai. Padahal, Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto pernah menyatakan bahwa nama cawapres hanya tinggal menunggu waktu untuk diumumkan. Pendamping Ganjar ini sudah dikaji secara mendalam. 

Baca Juga: Siapa Maruarar Sirait? Orang PDIP Inisiator 'Network for Ganjar' yang Fotonya Mendadak Dihapus Ganjar Pranowo

Kandidat-kandidat lain juga tidak luput dari survei yang dilakukan oleh Ipsos. “Prabowo Subianto-Erick Thohir/Khofifah Indar Parawansa (34 persen/28 persen) dan Anies Baswedan-AHY (19 persen/21 persen), sementara 12-13 persen masih belum menentukan pilihan,” ujar Arif.

Arif mengatakan bahwa pada simulasi dua pasang calon, jika Prabowo Subianto berpasangan dengan Ganjar Pranowo akan meraih 54 persen jika berhadapan dengan Anies Baswedan-AHY (23 persen). Menurut dia, masih terdapat 23 persen suara yang belum menentukan pilihan.

Survey Ipsos digelar pada 22- 27 Agustus di 24 provinsi, di daerah perkotaan dan perdesaan, menggunakan metode wawancara tatap muka dengan 1.200 responden dengan menggunakan aplikasi Ipsos Ifield yang merupakan sistem computer-assisted personal interviews (CAPI). Survei tersebut memiliki margin of error ±2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Seperti itulah penjelasan tentang utang Ganjar Pranowo dan dampaknya terhadap elektabilitas sebagai capres 2024 dari PDIP.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Load More