Kotak Suara / Pilpres
Selasa, 10 Oktober 2023 | 16:40 WIB
Kolase foto Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. (Instagram/@ganjarpranowo, @prabowo, @aniesbaswedan)

Suara.com - Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis hasil survei mengenai elektabilitas tiga figur bakal calon presiden (bacapres) terutama untuk Provinsi Jawa Barat (Jabar) jelang Pilpres 2024.

Hasilnya, nama Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto memperoleh angka tertinggi mengungguli Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.

Hal itu diketahui berdasarkan survei Poltracking atas simulasi tiga nama figur bacapres.

"Elektabilitas calon presiden di Jawa Barat. Pada simulasi surat suara tiga nama calon presiden, Prabowo Subianto memperoleh angka elektabilitas 44,2 persen jauh di atas dua kandidat lainnya, yaitu Anies Baswedan 25 persen dan Ganjar Pranowo 21,8 persen," kata Direktur Riset Poltracking Indonesia, Arya Budi dalam paparannya, Selasa (10/10/2023).

Sementara itu, kata dia, terkait tren elektabilitas, semua figur mengalami kecenderungan naik.

"Kenaikan tertinggi dalam rentang periode survei ada pada Prabowo Subianto 5,7 persen, disusul Anies Baswedan 3 persen, lalu Ganjar Pranowo 1,6 persen," tuturnya.

Adapun dalam simulasi dua nama atau head to head, Anies vs Ganjar hasilnya cenderung seimbang 32,5 persen vs 30,9 persen. Sementara Prabowo vs Anies hasilnya ada jarak signifikan 47,6 persen vs 26,5 persen.

"Terakhir, head-to-head antara Prabowo Subianto 48,3 persen vs Ganjar Pranowo 24,5 persen, jaraknya semakin lebar 23,8 persen dengan keunggulan Prabowo Subianto," katanya.

Untuk diketahui, survei ini diselenggarakan survei pada 25 September-1 Oktober 2023 di Jawa Barat dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling.

Baca Juga: Jelang Putusan MA Soal Batas Usia Capres dan Cawapres, Viral Video Bagi-bagi Kaus Tulisan Prabowo-Gibran

Jumlah sampel survei 1000 responden dengan margin of error kurang lebih 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Jawa Barat dipilih karena merupakan provinsi dengan jumlah daftar pemilih tetap terpadat yaitu 35,7 juta pemilih atau 17,6 persen secara nasional.

Load More