Suara.com - Santernya isu Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan terus berembus. Rumor tersebut berembus setelah merebak kabar adanya keretakan hubungan antara Presiden Joko Widodo atau Jokowi dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.
Dalam siniar di kanal YouTube Bambang Widjojanto, aktivis Faizal Assegaf menilai kemungkinan Budi Gunawan menarik diri akan terjadi lebih dulu sebelum dicopot. Menurutnya, hal tersebut sangat mungkin terjadi bila isu pencopotan benar terjadi.
"Dari BG (Budi Gunawan) ini atau mungkin kalkulasi Ibu Megawati daripada satu dicopot dipermalukan mungkin tanda kutip menarik diri," ungkap Faizal Assegaf dikutip melalui kanal Youtube Bambang Widjojanto.
Bila kemudian Kepala BIN melakukan langkah tersebut, ia mengemukakan, semakin jelas ditunjukan adanya keretakan serius di antara keduanya. Apalagi selama ini, Budi Gunawan dikenal sebagai sosok yang dikenal dekat dengan Megawati.
"Berarti hubungan Jokowi dengan PDIP sudah mengalami keretakan yang serius," katanya.
Dia juga mengatakan, apabila Jokowi kemudian menunjuk mantan KSAD Dudung Abdurachman menjadi Kepala BIN tentunya langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas pemerintahan.
"Dan Dudung dipasang kalau benar ke BIN, maka juga itu menjaga kekuatan stabilitas pemerintahan," ucapnya.
Meski begitu, ia mengamati masih terjadi tarik menarik yang terjadi di poros kekuasaan antara petugas partai dan ketua umum PDIP.
"Yang menarik itu harus diakui bahwa apapun keributan yang terjadi ini itu berputar-putar di poros kekuasaan. Jadi semacam pemerintahan ini pecah dimana tarik menarik petugas partai dan ketua umum PDIP," ujarnya.
Lebih lanjut, dia menambahkan apabila Ketum PDIP kemudian tidak secara tegas mengambil langkah, maka akan berdampak terhadap Megawati karena dianggap tidak berdaya dalam posisi menerima.
Baca Juga: Daftar Menteri yang Kena Reshuffle Presiden Joko Widodo Sejak Tahun 2020
"Nanti kita tunggu kalau Ibu Mega tidak punya nyali, tidak punya sikap, tidak ambil langkah tegas, maka apa yang sering orang sebut Ibu Mega dan PDIP menjadi hamba sahaya di emperan istana maka itu benar-benar fakta," ujarnya.
"Tidak berdaya, jadi posisinya menerima," katanya.
Kontributor : Ayuni Sarah
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak
-
Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang
-
Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue
-
Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026