Suara.com - Charta Politika Indonesia merilis survei terkait elektabilitas calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) bertajuk 'Peta Elektoral Pasca Putusan MK dan Pendaftaran Capres-Cawapres'.
Berdasar hasil survei dalam simulasi head to head, elektabilitas pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka bersaing ketat dengan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengungkap Ganjar-Mahfud memperoleh elektabilitas sebesar 40,6 persen menempel ketat Prabowo-Gibran yang memperoleh elektabilitas sebesar 43,5 persen.
"Prabowo-Gibran dengan Ganjar-Mahfud ada di angka 43,5 persen melawan 40,6 persen. Jadi selisih 2,9 persen," kata Yunarto dikutip dari akun YouTube Charta Politika Indonesia, Selasa (7/11/2023).
Jika melihat tren elektabilitas Prabowo-Gibran yang mengalami penurunan, kata Yunarto, Ganjar-Mahfud memiliki peluang atau potensi menyalip.
Yunarto mengungkap penurunan elektabilitas Prabowo-Gibran tersebut terjadi pasca adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait batas usia capres-cawapres yang meloloskan Gibran bisa mendaftar ke KPU RI.
"Ada kecenderungan di tiga nama tidak banyak berubah, tapi penurunan cukup tajam terhadap Pak Prabowo itu terjadi ketika simulasi dua nama," ungkap Yunarto.
Yunarto lantas merincikan berdasar hasil survei sebelumnya yang digelar pada 13-17 Oktober 2023 elektabilitas Prabowo-Gibran mencapai 46 persen. Kemudian terjadi penurunan sekitar 2,5 persen pada survei terbaru yang dilakukan 26-31 Oktober 2023.
"Mungkin masih memaafkan Pak Prabowo jadi menteri, Pak Prabowo diendorse oleh Pak Jokowi. Tapi ketika menggandeng anaknya kena dengan isu politik dinasti dan lain-lain itu kemudian kalau kita lihat di sini potensi bahkan sudah menjadi beban elektoral buat Pak Prabowo," jelas Yunarto.
Di sisi lain tren elektabilitas Ganjar-Mahfud justru mengalami peningkatan. Pada survei sebelumnya Yunarto menyebut elektabilitas Ganjar-Mahfud hanya sebesar 39,5 persen dan meningkat menjadi 40,6 persen pada 26-31 Oktober 2023.
"Semakin isu dari mahkamah keluarga, politik dinasti ini masuk ke dalam alam pikiran masyarakat dan kemudian sentimennya masih tetap negatif, saya pikir itu yang akan menjadi penghalang Pak Prabowo untuk unggul baik di simulasi tiga nama ataupun dua nama," pungkas Yunarto.
Survei ini dilakukan secara nasional pada periode 26 hingga 31 Oktober melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur.
Jumlah sampel yang digunakan dalam survei ini sebanyak 2.400 responden yang tersebar secara proporsional di 38 provinsi.
Adapun metode yang digunakan ialah multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Tag
Berita Terkait
-
Menanti Putusan MKMK Hari Ini: Anwar Usman Disanksi Etik, Tapi Gibran Tetap Jadi Cawapres?
-
Airlangga Bicara Status Gibran Di Partai Golkar: Tunggu Saja, Sabar
-
Giliran Bobby Nasution Membelot Dari PDIP Dukung Prabowo-Gibran, Gerindra: Kami Sambut
-
Prabowo Hadiri HUT ke-59 Golkar Tanpa Bacawapres, Ini Jawaban Airlangga Soal Gibran Absen
-
Pembangunan Era Jokowi Diklaim Berdampak Positif Hingga 75 Persen, Airlangga: Bisa Dilanjutkan Prabowo-Gibran
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Terdampak kemarau, Ratusan Titik di Banten Kekurangan Air Bersih
-
Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA