Suara.com - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh bicara tentang pentingnya pembatasan kekuasaan dalam konsep dasar Republik Indonesia.
Hal itu dia sampaikan saat berpidato pada perayaan hari ulang tahun ke-12 Partai NasDem yang juga dihadiri pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden dari Koalisi Perubahan yaitu Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.
"Seorang pemikir pernah menyatakan power tends to corrupt and absolute power is corrupt absolutely (kekuasaan cenderung korup dan kekuasaan absolut benar-benar korup)," kata Surya Paloh dalam pidato perayaan hari ulang tahun ke-12 Partai NasDem di Kantor DPP Partai, Jakarta Pusat (Jakpus) pada Sabtu (11/11/2023).
Menurut Surya Paloh, ungkapan Sejarawan dan Politisi Inggris di Abad 19, Lord Acton alias John Emerich Edward Dalberg-Acton, masih kontekstual dalam kehidupan politik hingga hari ini.
"Saya pikir ungkapan tersebut begitu berarti pada hari ini. Negeri kita ini mau tidak mau, suka atau tidak suka, telah menimbulkan keprihatinan yang luar biasa terhadap kita semuanya warga negara bangsa ini," tambah dia.
Pasalnya, dia melihat saat ini terjadi penyelewengan di semua level. Lantaran itu, dia menyebut kekuasaan yang sudah diraih maka itu harus digunakan dalam rangka membangun kehidupan bernegara dan berbangsa dengan cara yang baik.
"Para pendiri bangsa ini telah merumuskan nilai-nilai dari perasan keadilan sosial, kesejahteraan sosial atau kemakmuran sosial keadilan adalah hukum yang universal agar kehidupan di dunia bisa berjalan sebagaimana mestinya," katanya.
Sebelumnya, Surya Paloh menyindir halus Presiden Joko Widodo dalam pidatonya. Surya menyebut putranya, Prananda Surya Paloh, belum pantas menjadi calon wakil presiden (cawapres).
Sebab, Surya menyebut Prananda masih memerlukan proses dan pengalaman untuk menjadi matang.
Baca Juga: Sebut Anaknya Sendiri Belum Layak Jadi Cawapres, Surya Paloh Sindir Jokowi?
"Saya berharap harus terus berproses yang akan dan harus dia lakukan dengan mengakibatkan dia akan jauh lebih mapan mengayomi proses jatuh bangun membuat dirinya tegar. Bagaikan anak elang yang terbang hebat nanti," katanya.
Menurutnya, orangtua seharusnya mendidik anak sampai mapan dengan proses yang dilalui. Lantaran itu, dia menjelaskan bila Prananda ingin menjadi calon wakil presiden, Surya Paloh akan meminta putranya untuk menunggu.
Bahkan bila Prananda memiliki kesempatan untuk menjadi calon wakil presiden, Surya menyebut putranya itu belum pantas.
"Saya berpikir dalam hati saya pantes nggak dia jadi calon wapres, walaupun saya punya kesempatan mencalonkan dia. Tapi saya pikir ini pantas atau tidak," katanya.
Dalam perayaan HUT ke-12 Partai NasDem, hadir pula bakal calon presiden dan calon wakil presiden dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024