Suara.com - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyoroti situasi Indonesia saat ini yang dinilai adanya banyak upaya membawa negara dan aparaturnya untuk melayani kepentingan pribadi dan kelompok.
Pernyataan itu disampaikan saat berpidato pada perayaan hari ulang tahun ke-12 Partai NasDem yang juga dihadiri pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden dari Koalisi Perubahan yaitu Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.
"Golongan upaya membawa negara dan aparaturnya kepada kepentingan praktis macam itu telah melahirkan sosial distrust, ketidakpercayaan sosial, ketidakpercayaan rakyat pada negara,” kata Surya Paloh di Kantor DPP Partai NasDem, Jakarta Pusat, Sabtu (11/11/2023).
Untuk itu, dia mengatakan muncul kritik yang berbentuk sinisme dan cemoohan kasar. Sebagai bangsa yang beradab, kata dia, negara mengalami penurunan derajat keibaan pada tingkatan yang paling rendah.
“Rakyat mengalami kesulitan menempatkan kepercayaannya kepada siapa, maka hari-hari ini akan mudah sekali kita menemui rakyat yang merasa cukup dapat memerintah dirinya sendiri,” ujar Surya Paloh.
“Saat ini kita berada di ujung tanduk kerusakan yang paling mencemaskan sepanjang kehidupan berbangsa dan bernegara kita berharap semua pemimpin nasional dan rakyat, tidak kehilangan control lost of control,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Partai NasDem merayakan hari ulang tahun ke-12 di Kantor DPP Partai NasDem hari ini.
Selain dihadiri para petinggi dan kader partai, acara ini juga dihadiri Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar selaku pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden yang diusung Partai NasDem untuk Pilpres 2024.
Dalam kesempatan tersebut, Surya Paloh juga menyampaikan pentingnya pembatasan kekuasaan dalam konsep dasar Republik Indonesia.
Baca Juga: Sebut Anaknya Sendiri Belum Layak Jadi Cawapres, Surya Paloh Sindir Jokowi?
"Seorang pemikir pernah menyatakan power tends to corrupt and absolute power is corrupt absolutely," kata Surya Paloh dalam pidato perayaan hari ulang tahun ke-12 Partai NasDem di Kantor DPP Partai, Jakarta Pusat (Jakpus) pada Sabtu (11/11/2023).
Menurut Surya Paloh, ungkapan Sejarawan dan Politisi Inggris di Abad 19, Lord Acton alias John Emerich Edward Dalberg-Acton, masih kontekstual dalam kehidupan politik hingga hari ini.
"Saya pikir ungkapan tersebut begitu berarti pada hari ini. Negeri kita ini mau tidak mau, suka atau tidak suka, telah menimbulkan keprihatinan yang luar biasa terhadap kita semuanya warga negara bangsa ini," tambah dia.
Pasalnya, dia melihat saat ini terjadi penyelewengan di semua level.
Lantaran itu, dia menyebut kekuasaan yang sudah diraih maka itu harus digunakan dalam rangka membangun kehidupan bernegara dan berbangsa dengan cara yang baik.
"Para pendiri bangsa ini telah merumuskan nilai-nilai dari perasan keadilan sosial, kesejahteraan sosial atau kemakmuran sosial keadilan adalah hukum yang universal agar kehidupan di dunia bisa berjalan sebagaimana mestinya," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024