Kotak Suara / Pilpres
Sabtu, 11 November 2023 | 15:09 WIB
Ketum NasDem Surya Paloh saat menyampaikan pidato dalam perayaan HUT ke-12 Partai NasDem di Kantor DPP partai tersebut pada Sabtu (11/11/2023). [Suara.com/Dea]

Suara.com - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyoroti situasi Indonesia saat ini yang dinilai adanya banyak upaya membawa negara dan aparaturnya untuk melayani kepentingan pribadi dan kelompok.

Pernyataan itu disampaikan saat berpidato pada perayaan hari ulang tahun ke-12 Partai NasDem yang juga dihadiri pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden dari Koalisi Perubahan yaitu Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.

"Golongan upaya membawa negara dan aparaturnya kepada kepentingan praktis macam itu telah melahirkan sosial distrust, ketidakpercayaan sosial, ketidakpercayaan rakyat pada negara,” kata Surya Paloh di Kantor DPP Partai NasDem, Jakarta Pusat, Sabtu (11/11/2023).

Untuk itu, dia mengatakan muncul kritik yang berbentuk sinisme dan cemoohan kasar. Sebagai bangsa yang beradab, kata dia, negara mengalami penurunan derajat keibaan pada tingkatan yang paling rendah.

“Rakyat mengalami kesulitan menempatkan kepercayaannya kepada siapa, maka hari-hari ini akan mudah sekali kita menemui rakyat yang merasa cukup dapat memerintah dirinya sendiri,” ujar Surya Paloh.

“Saat ini kita berada di ujung tanduk kerusakan yang paling mencemaskan sepanjang kehidupan berbangsa dan bernegara kita berharap semua pemimpin nasional dan rakyat, tidak kehilangan control lost of control,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Partai NasDem merayakan hari ulang tahun ke-12 di Kantor DPP Partai NasDem hari ini.

Selain dihadiri para petinggi dan kader partai, acara ini juga dihadiri Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar selaku pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden yang diusung Partai NasDem untuk Pilpres 2024.

Dalam kesempatan tersebut, Surya Paloh juga menyampaikan pentingnya pembatasan kekuasaan dalam konsep dasar Republik Indonesia.

Baca Juga: Sebut Anaknya Sendiri Belum Layak Jadi Cawapres, Surya Paloh Sindir Jokowi?

"Seorang pemikir pernah menyatakan power tends to corrupt and absolute power is corrupt absolutely," kata Surya Paloh dalam pidato perayaan hari ulang tahun ke-12 Partai NasDem di Kantor DPP Partai, Jakarta Pusat (Jakpus) pada Sabtu (11/11/2023).

Menurut Surya Paloh, ungkapan Sejarawan dan Politisi Inggris di Abad 19, Lord Acton alias John Emerich Edward Dalberg-Acton, masih kontekstual dalam kehidupan politik hingga hari ini.

"Saya pikir ungkapan tersebut begitu berarti pada hari ini. Negeri kita ini mau tidak mau, suka atau tidak suka, telah menimbulkan keprihatinan yang luar biasa terhadap kita semuanya warga negara bangsa ini," tambah dia.

Pasalnya, dia melihat saat ini terjadi penyelewengan di semua level.

Lantaran itu, dia menyebut kekuasaan yang sudah diraih maka itu harus digunakan dalam rangka membangun kehidupan bernegara dan berbangsa dengan cara yang baik.

"Para pendiri bangsa ini telah merumuskan nilai-nilai dari perasan keadilan sosial, kesejahteraan sosial atau kemakmuran sosial keadilan adalah hukum yang universal agar kehidupan di dunia bisa berjalan sebagaimana mestinya," katanya.

Load More