Kotak Suara / Pilpres
Sabtu, 11 November 2023 | 15:54 WIB
Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono. [Suara.com/Rakha]

Suara.com - Plt Ketua DPP PPP M Mardiono menegaskan bahwa baginya seorang pemimpin itu bukan soal ukuran tua dan muda. Menurutnya, pemimpin itu yang terpenting harus bisa menjawab tantangan Bangsa Indonesia ke depan.

Permyataan tersebut disampaikan Mardiono menanggapi pernyataan Sekjen DPP Gerindra Ahmad Muzani yang menyinggung ada pihak-pihak yang tidak suka terhadap pasangan capres dan cawapres dari Koalisi Indonesia Maju, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Muzani, ketidaksukaan sejumlah pihak itu lantaran ketidaksiapan pihak tertentu untuk memberikan ruang terhadap anak muda untuk memimpin Indonesia.

"Bagi saya muda atau tua itu bukan ukuran, Tetapi bagaimana pemimpin yang bisa menjawab tantangan bangsa Indonesia ini ke depan," kata Mardiono ditemui di Ancol, Jakarta Utara (Jakut), Sabtu (11/11/2023).

Apalagi hal tersebut terjadi bukan tanpa sebab, terlebih Indonesia akan mendapatkan bonus demografi. Menurut Mardiono, adanya hal itu perlu dipersiapkan dengan matang.

"Sebentar lagi penduduk kita akan mencapai jumlah yang signifikan yaitu 300 juta jiwa dimana dari 300 juta jiwa itu 60 persen lebih ini adalah kaum milenial atau yang kita sebut dengan generasi Z," tuturnya.

"Ini merupakan tantangan besar harus kita mempersiapkan fasilitas-fasilitas agar anak-anak kita itu yang menjalani kehidupan yang produktif misalnya fasilitas pendidikan fasilitas kesehatan fasilitas perumahan dan juga fasilitas lapangan kerja," sambungnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, bahwa bonus demografi harus bisa dimanfaatkan. Menurutnya, anak-anak bangsa harus bisa berdaya positif.

"Nah bangsa yang diisi oleh penduduk produktif yang kita sebut sebagai bonus demografi itu negara juga harus mempersiapkan sejak dini agar anak-anak, adik-adik yang produktif ini menjadi berdaya saing positif," pungkasnya.

Baca Juga: Viral Video Poster Bergambar Ganjar Dicopot di Sumut, PPP: Aparat Harus Netral

Pernyataan Gerindra

Sebelumnya, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menyinggung ada pihak-pihak yang tidak suka terhadap pasangan capres dan cawapres dari Koalisi Indonesia Maju, Prabowo Subiant0o dan Gibran Rakabuming Raka.

Menurutnya, ketidaksukaan sejumlah pihak itu lantaran ketidaksiapan pihak tertentu untuk memberikan ruang terhadap anak muda untuk memimpin Indonesia.

Padahal peran pemuda akan lebih signifikan mengingat hampir 60 persen pemilih di Pilpres 2024 adalah anak muda. Hal ini disampaikan Muzani saat menghadiri konsolidasi bersama ribuan kader di Kabupaten Tegal dan Kota Tegal, Kamis (9/11) kemarin.

"Itu sebabnya banyak orang yang tidak suka terhadap pasangan Prabowo-Gibran. Banyak orang yang tidak siap dengan situasi Pemilu 2024 nanti," ujar Muzani melalui keterangannya, Jumat (10/11/2023).

"Disepakatinya Mas Gibran sebagai cawapres dari Koalisi Indoensia Maju sebagai bagian dari cara kita menyambut dan memperisapkan Indonesia Emas 2045," kata Muzani.

Load More