Suara.com - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang perempuan berseragam aparatur negara tengah berbicara sembari mengaduk-aduk bakso di mangkok.
ASN tersebut secara perlahan membongkar dugaan mobilisasi aparatur negara di Boyolali, Jawa Tengah, untuk memenangkan calon PDIP di pemilu.
Dalam video berdurasi 1.42 menit itu, ASN yang dimaksud, mengaku mendapatkan informasi banyak aparatur negara yang dipungut biaya sebagai bentuk sumbangan untuk memenangkan peserta pemilu dari PDIP.
Menurutnya, ada instruksi khusus dari pimpinan selevel bupati untuk melancarkan pemungutan biaya tersebut.
"Kalau aku dengar dari teman-teman banyak yang dipungut biaya sumbangan sama memenangkan calon PDIP, itu sih dari pimpinan satuan kerja biasanya yang instruksikan menurutku biasanya bupati karena dia kan yang punya kuasa di Boyolali," kata seorang ASN dalam video yang diunggah akun X @/report_id pada Selasa (14/11/2023).
Kemudian, perempuan itu menceritakan, ASN dan PPPK bersama pegawai pemerintah desa sudah diberi 'jatah' untuk memenangkan calon dari PDIP. Namun ia tidak menyebut calon apa yang dimaksudnya.
Di balik pengarahan itu, para ASN dan PPPK itu juga dihantui oleh ancaman sanksi. Ia menyebut sanksi yang biasa diterapkan itu mutasi bagi ASN dan PPPK yang tidak mengikuti instruksi tersebut.
"Kalau yang membangkan itu biasanya diberi sanksi biasanya PNS, PPPK itu dimutasi di daerah kecamatan atau desa yang jauh dari rumahnya," sebutnya.
Bukan hanya itu, ASN dan PPPK yang membangkang juga diklaimnya akan dijauhi oleh kelompok pengikut instruksi di lingkungan kerjanya.
Baca Juga: Gibran Baru Mau Berkomentar soal Usulan Pemecatan Bobby dari PDIP saat Kunjungan ke Medan
Mau tidak mau mereka harus menuruti instruksi tersebut. Sebab, perempuan tersebut mengungkap sejumlah PPPK bisa mendapatkan pekerjaannya karena hasil rekomendasi dari PDIP.
"Biasanya kan dapat rekomendasi dari orang-orang partai itu, lha direkomendasi biasanya dari partai bahasanya 'kamu kan ta' masukkan lewat partai mestinya harus setor ke partai," ungkapnya.
Keperkasaan PDIP di Boyolali
PDIP mendapatkan kursi DPRD berlimpah di Boyolali pada Pemilu 2019.
Partai berlambang banteng moncong putih memperoleh 25 dari 35 kursi di DPRD.
Perolehan kursi PDIP di 2019 lebih banyak dari periode sebelumnya yakni 25 kursi.
Berita Terkait
-
Dokter Tifa Tantang PDIP Pecat Mertua Bobby Nasution, Warganet: Beraninya Sama Menantu
-
Kader PDIP Geram Video Megawati Difitnah Emoh Salami Kaesang: Playing Victim!
-
Ramai Potongan Video Megawati Emoh Salami Kaesang, Padahal Aslinya Begini Lho
-
Dapat Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo Pamer Salam Metal Khas PDIP
-
Blak-blakan FX Rudy Tak Pecat Gibran Seperti PDIP Medan: Kita Masih Pakai Sopan Santun Sebagai Orang Jawa
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123