Suara.com - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Rahmat Bagja mengaku terpukul karena salah satu komisioner Bawaslu Kota Medan, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Polda Sumatera Utara dalam kasus dugaan pemerasan caleg.
Hal itu disampaikan Bagja di depan jajarannya yang menghadiri rapat koordinasi nasional (rakornas) Bawaslu Kamis (23/11/2023) malam.
"Saya tahu teman-teman terpukul dengan Bawaslu yang kemarin di Kota Medan. Saya lebih terpukul lagi. Kami (para komisioner Bawaslu RI) lebih terpukul lagi," kata Bagja di Taman Sari, Jakarta Barat.
Menurut Bagja, kejadian tersebut merupakan tamparan keras bagi Bawaslu.
Bagja kemudian meminta pada semua jajaran Bawaslu dari tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota untuk tidak melakukan pemerasan atau tindak pidana lainnya.
"Jangan sampai kejadian Bawaslu Kota Medan itu ke teman-teman semua. Saya mewanti-wanti jangan aneh-aneh para sahabatku semua," tegas Bagja.
Sebelumnya, Polda Sumut melakukan OTT terhadap komisioner Bawaslu Kota Medan berinisial AH (32) di salah satu hotel di Kota Medan, Selasa (14/11/2023) malam.
Selain AH, dua warga berinisial FH (29) dan IG (25) juga terjaring dalam operasi tersebut. Ketiganya ditangkap saat melakukan serah terima uang yang diduga merupakan bagian dari tindakan pemerasan terhadap seorang calon anggota legislatif DPRD Kota Medan.
Kekinian Bawaslu RI telah menonaktifkan AH dari jabatan komisioner Bawaslu Kota Medan. Sebab, pemecatan baru akan dilakukan apabila AH sudah dinyatakan bersalah oleh putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
Baca Juga: Pakta Integritas Pj Bupati Sorong hingga Dugaan Keterlibatan Kementerian Desa Dilaporkan ke Bawaslu
Berita Terkait
-
Koordinator TePI Indonesia Jeirry Sumampouw: Pemilu Kali Ini Penegakan Hukumnya Lemah
-
Bawaslu Akan Bahas Iklan Politik Prabowo-Gibran Bersama KPU, KPI, dan Dewan Pers
-
Iklan Prabowo-Gibran Dilaporkan ke Bawaslu, TKN: Itu Anak-Anak Buatan AI
-
Mahfud MD Dilaporkan ke Bawaslu Buntut Pose Tiga Jari di Kokpit, Pelapor: Curi Start Kampanye
-
Pakta Integritas Pj Bupati Sorong hingga Dugaan Keterlibatan Kementerian Desa Dilaporkan ke Bawaslu
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Houthi Hujani Arab Saudi dengan Rudal, Kilang Minyak Aramco Terbakar Hebat
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal