Suara.com - Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo, mengatakan, bahwa dirinya akan mengakomodir kader perempuan Muhammadiyah dalam kabinet pemerintahannya jika terpilih menjadi presiden di Pilpres 2024.
Hal itu disampaikan Ganjar saat hadir dalam acara Dialog Terbuka Muhammadiyah Calon Pemimpin Bangsa di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tangerang Selatan, Kamis (23/11/2023).
Awalnya Sekum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti dalam acara tersebut melemparkan pertanyaan kepada Ganjar soal kemungkinan perempuan kader Muhammadiyah masuk dalam kabinet jika terpilih di Pilpres 2024.
"Apakah ada perempuan dari Muhammadiyah yang akan masuk kabinet pak Ganjar dan pak Mahfud?," kata Mu'ti.
Lantas Ganjar pun menjawab, bahwa perempuan kader Muhammadiyah bisa saja menjadi menteri dalam kabinet pemerintahannya nanti, hanya saja figur tersebut harus bergabung dulu dalam tim pemenangannya di Pilpres 2024.
"Oh, pasti (masuk kabinet). Dengan satu syarat perempuan itu menjadi tim sukses saya hari ini," kata Ganjar.
Dalam kesempatan yang sama Ganjar juga mengatakan, bahwa perempuan perlu diafirmasi terutama dalam politik.
Ia lantas menyampaikan, jika dalam kabinetnya juga akan mengokomodir keterwakilan perempuan.
"Di kabinet tentu Bu kita pertimbangkan, tapi yang paling dasar adalah Zaken kabinet, apakah dia cukup ahli yang ada disitu," tuturnya.
Baca Juga: Survei IPO: Ganjar-Mahfud 28,3%, Prabowo-Gibran 37,5%, Anies-Muhaimin 34,1%
Ganjar mengatakan, sudah banyak contoh perempuan ahli berada dalam kabinet pemerintahan. Ia pun mencontohkan bagaimana Sri Mulyani bisa menjadi menteri keuangan saat ini dan Retno Marsudi bisa menjadi menteri luar negeri.
"Maka kami sangat senang melihat beberapa menteri-menteri perempuan hari ini yang memang dia betul-betul seorang expert. Menteri keuangan, menteri luar negeri, ini contoh-contoh yang sebenarnya kita bisa teruskan pada soal itu sebagai sebuah komitmen kita paham soal itu," ujarnya.
Usai acara Ganjar, mengatakan, bahwa semuanya punya kesempatan masuk dalam kabinetnya nanti.
"Saya kira semuanya punya kesempatan dan saya mengajak kalau ada yang bisa bergabung dengan kami, tentu ini akan menjadi kekuatan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Ganjar Peluk Cium Anak Papua, Anies Temui Ribuan Warga Muhammadiyah
-
Bersama Ganjar, Mahfud MD Akui Bakal Teruskan Program-Program Jokowi yang Dianggap Bagus
-
Heru Budi Minta Aparat Cepat Tindak Pelanggaran Pemasangan Atribut Kampanye Pemilu
-
Sekjen Gerindra Beberkan Perbedaan Prabowo dengan Capres Lainnya
-
Survei IPO: Ganjar-Mahfud 28,3%, Prabowo-Gibran 37,5%, Anies-Muhaimin 34,1%
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan