Suara.com - Wakil Ketua Umum DPP PAN, Viva Yoga angkat bicara mengenai anggota PAN yang asyik joget. Diduga mereka melakukan aksi joget di kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag).
Menanggapi dugaan itu, Viva mengaku belum mengetahui. Ia berujar akan mengecek di mana lokasi para anggota PAN itu menari dan bergoyang. Sebab, menurut Viva, bisa jadi mereka berjoget di rumah Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, bukan di kantor Kemendag seperti narasi berkembang.
"Itu di kantor mendag apa di rumah bang Zulkifli Hasan. Soalnya di rumah Bang Zulkifli Hasan juga ada tulisan mendag kalau sedang ada zoom meeting. Nanti saya cek dulu ya," kata Viva kepada Suara.com, Rabu (6/12/2023).
Sementara itu, terkait aksi kader PAN yang kerap berjoget dan menjadi sorotan, Viva memberikan pembelaan.
"Joget itu ekspresi kegembiraan. Lagu dangdut yang sedih juga di-jogetin. Artinya bahwa joget itu menjadi kebiasaan atau trademark-nya masyarakat Indonesia," kata Viva.
Viral
Sebelumnya, warganet tidak pernah kehabisan konten untuk menjadi bahan pergunjingan. Kali ini mereka meributkan soal video anggota Partai Amanat Nasional (PAN) yang asyik joget di kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag).
Video yang dimaksud berdurasi 15 detik.
Dalam video terlihat jajaran srikandi PAN sudah berbaris rapi membentuk formasi V.
Baca Juga: Deretan Ladies PAN Asyik Joget di Kantor Kemendag, Emang Boleh?
Terlihat ada ibunda Fuji An yakni Dewi Zuhriati, Virnie Ismail, Selvi Kitty, Adelia Wilhelmina, hingga istri Uya Kuya, Astrid Khairunisha.
Secara kompak mereka menampilkan gerakan yang populer di platform TikTok. Aksi joget mereka dilakukan di sebuah ruangan di kantor Kemendag.
Terlihat ada tulisan Kementerian Perdagangan (Kemendag) di tembok berikut foto Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Meski tidak ada alat peraga kampanye (APK) yang digunakan, namun mereka terlihat mengenakan pakaian yang bernuansa PAN.
"Ini kantor Kementerian Perdagangan. Emang boleh buat joget-joget kepentingan kampanye partai. Kantor kementerian itu fasilitas negara bukan???" tanya pengunggah video dengan nama akun @never_alonely dikutip Suara.com, Selasa.
Beragam komentar lantas membanjiri unggahan tersebut. Banyak warganet yang lantas menyayangkan aksi jajaran srikandi PAN asyik berjoget di kantor Kemendag. Sebab, pada waktu yang sama, masyarakat tengah dibebankan dengan harga pangan yang tengah naik menjelang pergantian tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Apa itu Whip Pink? Tabung Whipped Cream yang Disebut 'Laughing Gas' Jika Disalahgunakan
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024