Suara.com - Lembaga survei Indikator kembali merilis hasil sementara untuk elektabilitas capres dan cawapres 2024. Hasilnya, elektabilitas pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka lebih unggul ketimbang Ganjar Pranowo-Mahfud MD serta Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.
Responden yang dilibatkan dalam survei diberikan pertanyaan "Jika pemilihan presiden diadakan sekarang, siapa yang akan Ibu/Bapak pilih di antara pasangan nama berikut ini?"
Hasilnya:
1. Prabowo-Gibran: 45,8 persen
2. Ganjar-Mahfud: 25,6 persen
3. Anies-Muhaimin: 22,8 persen
Hasil tersebut diperoleh dari survei yang digelar pada 23 November hingga 1 Desember 2023.
Ada perubahan presentase dukungan pada survei Indikator sebelumnya yang digelar pada 27 Oktober hingga 1 November.
Berikut elektabilitas masing-masing pasangan capres-cawapres pada periode tersebut:
1. Prabowo-Gibran: 39,7 persen
2. Ganjar-Mahfud: 30 persen
3. Anies-Muhaimin: 24,4 persen
Itu artinya, elektabilitas Prabowo-Gibran semakin melesat di tengah masa kampanye Pilpres 2024. Sementara, ada penurunan elektabilitas pada pasangan Ganjar dengan Mahfud sebanyak kurang lebih 5 persen.
Baca Juga: Akhir Pekan, Gibran Serap Aspirasi Buruh Pelabuhan dan Blusukan di Jakarta, Malamnya ke Karawang
Elektabilitas Anies dan Muhaimin juga turun sedikit sekitar kurang lebih 2 persen.
Lebih lanjut, kalau melihat berdasarkan wilayah, Prabowo-Gibran unggul di Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, dan Papua.
Survei Indikator kali ini digelar pada 23 November hingga 1 Desember 2023. Sebanyak 1.200 responden dilibatkan dalam survei tersebut.
Toleransi kesalahan pada survei kali ini kurang lebih 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Tag
Berita Terkait
-
Mantan Ketum AMK Deklarasi Forum PPP, Buat Kasih Dukungan ke Prabowo-Gibran di Pilpres 2024
-
Cek Ombak Anies ke Pendukungnya, Soal Elektabilitas Rendah di Hasil Survei: Ada yang Pernah Disurvei?
-
Siap Hadapi Debat, TKN Tegaskan Prabowo Gibran Sudah Kebal Kampanye Negatif dan Fitnah
-
Apa Dampak Deepfake dan Ancaman pada Pemilu 2024?
-
KPU Sebut Tak Ada Usulan Agar Sesi Saling Sanggah dalam Debat Capres-Cawapres Dihapus
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024