Ganjar-Mahfud
Tentunya berbeda dengan 2 paslon di atas, Ganjar-Mahfud akan menekan angka stunting di Indonesia dengan program satu desa satu fasilitas kesehatan (faskes), 1 tenaga kesehatan (nakes), salah satu strategi untuk menurunkan angka stunting.
"Akses kesehatan yang mesti dibikin ya 1 desa, 1 puskesmas, dan 1 nakes atau dokter. Itu mesti kita wujudkan," kata Ganjar.
Menurut Ganjar, program tersebut bakal mampu mengatasi persoalan stunting mulai dari pencegahan, yakni dari masa penanganan ibu hamil. Sebab nantinya akan ada dokter atau nakes yang melakukan pemantauan agar anak Indonesia terbebas dari stunting.
Lantas apakah langkah yang diambil ketiga paslon sudah tepat? Berikut ulasannya.
Visi-Misi Paslon 3 Capres-Cawapres Perlu Dipertajam
Menurut CISDI sebuah organisasi yang fokus dengan kesehatan publik. Respon setiap paslon mengenai stunting harus dipertajam lagi.
CISDI juga menilai kalau masalah stunting harus dilihat sebagai satu isu yang berkelindan dengan faktor lain. Hal itu berarti penangannya harus dari segala arah bukan hanya dari masalah gizi saja.
Salah satunya program milik Prabowo-Gibran yang malah memicu diskursu cukup intens di dunia maya mengenai pencegahan stunting ini.
Baca Juga: Lengkap! Jadwal Debat Capres Cawapres 2024 dan Temanya, Mulai Digelar Minggu Depan
"Kalau makan siang gratis ini tentunya membantu sekali ya. Tapi kalau dilihat jangka panjang dan berkelanjutan mungkin hanya jadi program quick relief saja istilahnya," ungkap Chief of Research and Policy CISDI, Olivia Herlinda.
"Soal susu gratis, susu yang ada di Indonesia sekarang ini terutama dalam kemasan kebanyakan mengandung pemanis tambahan, gula. Jadi tentunya itu malah bisa menjadi pedang bermata dua juga begitu," imbuhnya.
Di sisi lain faktor penyebab stunting itu kan banyak, bukan hanya dari satu kali makan saja. Hal terpenting adalah isu stunting ini menyasar permasalahan mendasarnya dan memastikan secara berkelanjutan anak serta ibu hamil bisa mendapatkan akses ke nutrisi yang cukup.
Tak hanya itu, penguatan pada layanan kesehatan juga perlu. Mulai dari memastikan kualitas nakes dan layanannya. Selain itu, tak hanya mengenai pelayanan kesehatan saja. Ada beberapa isu yang perlu diperhatikan oleh pemerintah mulai dari sanitasi, isu kemiskinan, hingga isu gender.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim