Kotak Suara / Pilpres
Selasa, 12 Desember 2023 | 07:25 WIB
Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo dan bakal calon wakil presiden Mahfud MD melambaikan tangan saat pengumuman bakal calon wakil presiden pada Pilpres 2024 di kantor DPP PDIP, Jakarta, Rabu (18/10/2023). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat].

Suara.com - Lembaga riset internasional Ipsos Public Affairs merilis hasil survei terkait elektabilitas capres-cawapres di Pilpres 2024.

Dari hasil surveinya terlihat, elektabilitas capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Praowo dan Mahfud MD mengalami kemerosotan.

Untuk survei kali ini, Ganjar-Mahfud mendapatkan 22,95 persen dukungan.

Pengamat politik Ipsos Public Afffairs, Arif Nurul Imam mengungkapkan ada faktor dari pendukung Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang mempengaruhi turunnya elektabilitas Ganjar-Mahfud.

Menurutnya, pendukung Jokowi yang awalnya menjadi basis suara Ganjar-Mahfud kini mulai bermigrasi mendukung Prabowo-Gibran.

Alhasil elektabilitas Prabowo-Gibran terus meningkat.

Hal tersebut terbukti pada hasil survei kali ini di mana paslon nomor urut 2 itu mendapatkan 42,66 persen suara.

Oleh sebab itu, Prabowo-Gibran menjadi paslon dengan elektabilitas jauh lebih tinggi ketimbang Ganjar-Mahfud.

Sementara, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar memperoleh 22,13 persen.

Baca Juga: TKN Sebut Prabowo-Gibran Janjikan Pinjaman Modal Bagi Milenial yang Mau Dirikan Startup

Capres dan cawapres Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka mendapatkan nomor urut dua dalam PIlpres 2024. [Dok. Tim Gerindra]

Sebanyak 12,26 persen responden memutuskan untuk tidak menjawab.

"Pergeseran peta elektabilitas, pasca resmi berpasangan ketiga pasangan calon terjadi perubahan signifikan, dimana Prabowo-Gibran melonjak signifikan, sementara Ganjar-Mahfud mengalami terjun bebas dan Anies-Muhaimin mengalami kenaikan tipis,” ujar Arif dikutip Selasa (12/12/2023).

Arif juga menyoroti dengan masih tingginya responden yang belum memutuskan pilihannya di Pilpres 2024.

Apabila nantinya mereka tersebar secara merata di ketiga pasangan calon, atau lebih besar kepada pasangan Ganjar-Mahfud atau Anies-Muhaimin, maka pemilihan presiden akan berlangsung dua putaran.

“Jika ternyata dalam dua bulan ke depan paslon nomor dua bisa menarik sebagian besar dari undecided voters yang memilih Jokowi-Ma’ruf Amin di 2019, maka bisa dipastikan pilpres akan berlangsung satu putaran,” terangnya.

Survei kali ini digelar pada 19 hingga 28 November 2023.

Load More