Kotak Suara / Pilpres
Selasa, 12 Desember 2023 | 19:57 WIB
Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto memaparkan visi dan misi pada segmen pertama debat perdana Pilpres 2024, Selasa (12/12/2023). (tangkap layar)

Suara.com - Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto mendapatkan waktu selama empat menit untuk menyampaikan visi dan misinya dalam debat perdana Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Prabowo begitu menggebu-gebu ketika membicarakan soal korupsi.

Prabowo mengaku, bersama cawapres Gibran Rakabuming Raka, memiliki tekad besar untuk memberantas korupsi hingga ke akar-akarnya.

"Prabowo-Gibran kita akan perbaiki yang harus diperbaiki, kita akan tegakkan apa yang peru ditegakkan dan kita bertekead memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya!" kata Prabowo.

"Memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya!" tegasnya menambahkan.

Di luar itu, Prabowo menjelaskan kalau dirinya bersama Gibran menempatkan hukum, HAM, perbaikan pelayanan pemerintahan, pemberantasan korupsi, perlindungan terhadap semua kelompok di masyarakat sebagai sesuatu yang sangat penting.

Oleh sebab itu, poin-poin tersebut masuk ke dalam daftar visi dan misi Prabowo-Gibran.

Ia mengakui, sudah bersumpah untuk membela Pancasila dan UUD 1945 sedari muda.

Karena itu, mantan Danjen Kopassus tersebut menegaskan kalau pihaknya terus memperjuangkan demi kedaulatan rakyat.

Baca Juga: Datang Terakhir Debat Perdana Capres, Anies dan Cak Imin Tiba di KPU Didampingi Istri

"Saya pertaruhkan nyawa saya, jiwa saya untuk membela demokeasi hukum dan HAM," ungkapnya.

Debat Perdana Pilpres 2024

Tema debat perdana calon Presiden 2024 adalah Pemerintahan, Hukum, HAM, Pemberantasan Korupsi, Penguatan Demokrasi, Peningkatan Layanan Publik dan Kerukunan Warga.

Debat antara ketiga capres ini dipandu oleh dua jurnalis TVRI yang ditunjuk sebagai moderator, yakni Ardianto Wijaya dan Valerina Daniel.

Terdapat 6 segmen dan 18 pertanyaan pada debat capres yang akan berlangsung selama 120 menit ini.

Sebelumnya, KPU telah menunjuk 11 orang panelis. Adapun mereka yang ditetapkan KPU 10 orang di antaranya berlatar belakang akademisi dari berbagai perguruan tinggi negeri tanah air.

Load More