Kotak Suara / Pilpres
Selasa, 12 Desember 2023 | 22:02 WIB
Debat antara capres nomor urut 1 Anies Baswedan dan capres nomor urut 2 Prabowo Subianto di debat perdana capres-cawapres di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Selasa (12/12/2023). (Tangkap Layar)

Suara.com - Calon presiden (capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto menjawab pertanyaan capres nomor urut 1, Anies Baswedan

Calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan melemparkan pertanyaan soal keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang kontroversial karena dianggap melanggengkan jalan Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres kepada capres nomor urut 2, Prabowo Subianto.

Pertanyaan itu dilontarkan Anies dalam sesi debat perdana capres di kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Selasa (12/12/2023).

Awalnya, Anies menyinggung, keputusan MK tersebut juga turut menyeret nama Prabowo karena menjadi capresnya Gibran.

Anies lantas menanyakan soal pelanggaran etika kepada Prabowo.

"Bapak punya waktu sampai (tanggal) 13 sesudah bapak mendengar bahwa ternyata pencalonan persyaratannya bermasalah secara etika. Pertanyaan saya, apa perasaan bapak ketika mendengar ada pelanggaran etika di situ," tanya Anies kepada Prabowo.

Mendengar pertanyaan Anies, Prabowo kemudian menjawab, tidak ada masalah dari putusan MK tersebut.

Hal tersebut diyakininya berdasarkan informasi yang diperoleh dari para pakar hukum.

Kemudian, mantan Danjen Kopassus tersebut menegaskan kalau pelanggaran etika itu sepatutnya disinggung kepada pengambil keputusan.

Baca Juga: Bawa-bawa Nama Jokowi saat Debat Capres, Prabowo Auto Disoraki Pendukung Anies: Huuu..!

"Masalah yang dianggap pelanggaran etika sudah diambil tindakan dan keputusan, ya, waktu itu oleh pihak yang diberi wewenang," terangnya.

"Kemudian sudah ada tindakan dan tindakan pun itu masih diperdebatkan karena yang bersangkutan masih memproses. Tetapi intinya adalah bahwa keputusan itu final dan tidak dapat diubah. Ya, saya laksanakan, ya," sambungnya.

Lalu, tiba-tiba Prabowo meledek Anies.

"Kita ini bukan anak kecil Mas Anies, ya. Anda juga paham, ya. Sudah lah, ya," ungkapnya.

Ketua Umum Partai Gerindra tersebut menegaskan rakyat tidak perlu memilih apabila memang tidak mendukung Prabowo-Gibran.

"Sekarang begini, intinya rakyat putuskan, rakyat yang menilai. Kalau rakyat tidak suka Prabowo dan Gibran, nggak usak pilih kami Saudara-saudara sekalian," tuturnya.

Load More