Suara.com - Pendukung Calon Presiden (capres) nomor urut 1, Anies Baswedan sempat memberikan sorakan dukungan kepada calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo saat Debat Capres berlangsung. Momen ini terjadi saat Ganjar mencecar Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto.
Para pendukung Anies diketahui menghadiri acara nonton bareng (nobar) debat capres di Sekretariat Timnas AMIN, Jalan Diponegoro 10, Jakarta Pusat.
Dalam siaran langsung debat capres, Ganjar menanggapi soal pernyataan Anies dan Prabowo soal masalah pertanian di Indonesia. Ganjar mengaku sepakat dengan Anies yang mengedepankan penggunaan teknologi.
"Jadi menggunakan teknologi yang disampaikan Pak Anies, sudah betul, maka kita sama soal persoalan itu," ujar Ganjar.
Namun, Ganjar sebaliknya mencecar Prabowo yang menyebut saat ini pemerintah telah berhasil dalam menjaga kestabilan ekonomi. Eks Gubernur Jawa Tengah itu pun menyinggung soal permasalahan pupuk yang dialami oleh para petani di semua daerah.
"Tapi untuk Pak Prabowo, saya harus mengingatkan pak, pupuk langka terjadi di Papua pak, pupuk langka terjadi di sumatera utara pak, pupuk langka terjadi di NTT, NTB, Kalimatan Timur, termasuk bensin (mahal)," ucap Ganjar.
Mendengarkan pernyataan Ganjar itu, para pendukung Anies yang ikut acara nobar langsung bersorak kegirangan.
"Nah, tuh Pak Prabowo. Dengar tuh, pak," kata para pendukung Anies bersahut-sahutan sambil bertepuk tangan.
Dalam kesempatan berbeda, pendukung Anies juga sempat menyoraki Prabowo yang sedang menyampaikan pemaparan.
Baca Juga: Cek Fakta: Klaim Anies yang Menyebut Penyelenggaraan Pemerintahan Tidak Sesuai Prinsip Hukum
Prabowo menyebut konflik di Papua utamanya bisa diselesaikan dengan lebih dulu mengutamakan pembanguan di Papua. Ia menyebut Jokowi sebagai Presiden yang paling peduli dengan wilayah paling timur di Indonesia itu.
"Presiden Jokowi adalah presiden di Republik Indonesia yang paling banyak ke Papua. Kalau tidak salah sampai hari ini beliau sudah lebih dari 19 kali ke Papua," ujar Prabowo dalam siaran langsung debat Capres.
"Dan peninggalan pertumbuhan ekonomi di bawah pemerintahan Pak Jokowi yang paling pesat, yang paling tinggi selama sejarah Republik Indonesia," lanjutnya menambahkan.
Mencatut Nama Jokowi
Mendengar pernyataan Prabowo yang mencatut nama Jokowi, pendukung Anies langsung riuh menyoraki Prabowo. Beberapa di antara mereka menyebut Prabowo berupaya menjilat Jokowi demi meraih dukungan.
"Huuu, huuu, penjilat, penjilat. Bawa-bawa Jokowi mulu," kata para pendukung bersahut-sahutan menyoraki Prabowo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan