Dalam acara ini, nobar diselenggarakan dengan layar besar yang menampilkan siaran langsung debat Capres di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Salah satu pendukung yang hadir bernama Rinto (45) mengaku sengaja datang sendiri demi mendukung Capres jagoannya itu.
"Saya tinggal di Pondok Gede, kerja di Mangga Dua sekalian pulang mampir sendiri ke sini," ujar Rinto saat ditemui Suara.com, Selasa (12/12/2023).
Rinto sendiri meyakini Anies akan mengungguli dua kandidat Capres lainnya, yakni Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo dalam ajang debat ini.
"Nggak usah dibandingkan lah. Pasti jauh (unggul) Anies)," katanya.
Ia sendiri mengaku mendukung Anies karena melihat rekam jejak saat menjadi Gubernur DKI periode 2017-2022 lalu.
Menurutnya, Anies membawa banyak perbaikan pada Ibu Kota seperti penyediaan jalur sepeda, perbaikan taman, dan program penuntasan kemacetan.
"Dukung Anies karena rekam jejak. Saya kan tiap hari lewat Jakarta, perubahannya banyak. Jalan lebih tertib, jalur sepeda dibuatkan, taman-taman bagus semua," katanya.
Tema debat perdana calon Presiden 2024 adalah Hukum, HAM, Pemerintahan, Pemberantasan Korupsi, dan Penguatan Demokrasi. Debat antara ketiga capres ini dipandu oleh dua jurnalis TVRI yang ditunjuk sebagai moderator, yakni Ardianto Wijaya dan Valerina Daniel.
Baca Juga: Cek Fakta: Klaim Anies yang Menyebut Penyelenggaraan Pemerintahan Tidak Sesuai Prinsip Hukum
Terdapat 6 segmen dan 18 pertanyaan pada debat capres yang akan berlangsung selama 120 menit ini.
Sebelumnya, KPU telah menunjuk 11 orang panelis. Adapun mereka yang ditetapkan KPU 10 orang di antaranya berlatar belakang akademisi dari berbagai perguruan tinggi negeri tanah air.
Berikut adalah daftar panelis debat pertama capres-cawapres di Pilpres 2024:
Mada Sukmajati (Pakar Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada); Rudi Rohi Ahli (Pakar Ilmu Politik Universitas Nusa Cendana); Lita Tyesta (Ahli Hukum Tata Negara Universitas Diponegoro), Khairul Fahmi (Pakar Hukum Universitas Andalas).
Kemudian Agus Riewanto (Pakar Hukum Tata Negara Universitas Sebelas Maret); Susi Dwi Harijanti (Pakar Tata Hukum Negara Universitas Padjadjaran); Bayu Dwi Anggono (Guru Besar Universitas Jember); Al Makin (Guru Besar Studi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga).
Selanjutnya Gun Gun Heryanto (Pengajar UIN Syarif Hidayatullah); Wawan Mas’udi (Dekan Fisipol Universitas Gadjah Mada); Ahmad Taufan (Ketua Komnas HAM periode 2017-2022)
Komisioner KPU Ausgut Mellaz mengatakan bahwa seluruh panelis tersebut telah menjalani karantina sejak Minggu (10/12/2023) lalu hingga hari-H debat perdana Pilpres 2024 berlangsung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan