Kotak Suara / Pilpres
Selasa, 12 Desember 2023 | 23:17 WIB
Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra di kediaman bakal capres Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (25/10/2023). (Suara.com/Novian)

"Membentuk pengadilan Ad Hoc, menemukan 13 korban penghilangan paksa, memberikan kompensasi dan pemulihan, meratifikasi konvensi anti penghilangan paksa sebagai upaya pencegahan," terangnya.

Kemudian, Ganjar menanyakan kepada Prabowo, apakah akan membuat pengadilan HAM serta menyelesaikan rekomendasi DPR RI.

"Kalau bapak ada di situ apakah akan membuat pengadilan HAM dan membereskan rekomendasi DPR?" tanya Ganjar.

Lalu pertanyaan kedua ialah mengenai 13 aktivis yang hilang pada Tragedi 1998.

"Di luar sana menunggu banyak ibu-ibu, apakah bapak bisa membantu menemukan di mana kuburnya yang hilang agar mereka bisa berziarah," terangnya.

Kemudian, Prabowo menilai kalau pertanyaan Ganjar soal hilangnya 13 aktivis itu tendesius.

"Masalah yang bapak tanyakan agak tendensius. Kenapa yang 13 orang hilang pada saat itu ditanya kepada saya? Itu tendensius Pak Ganjar," jawab Prabowo.

Kemudian, mantan Danjen Kopassus tersebut menerangkan kalau ada cawapres Mahfud MD yang mengurusi soal penyelesaian kasus HAM berat masa lalu karena menjabat sebagai menko polhukam.

"Wakil bapak yang mengurusi ini selama ini. Jadi kalau memang keputusannya mengadakan pengadilan HAM, ya kita adakan pengadilan HAM, gak ada masalah."

Baca Juga: Debat Capres soal Isu Korupsi, Anies Bakal Jerat Koruptor dengan UU Perampasan Aset

Load More