Suara.com - Juru Bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud Md, Ruhut Sitompul memberikan nilai untuk penampilan Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Prabowo Subianto dalam debat capres perdana yang dilaksanakan di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Selasa (12/12/2023) malam.
"Kalau ketiga calon presiden ini, kalau kita berani memberi nilai, Pak Ganjar nilainya 9, Pak Anies nilainya 7, Pak Prabowo hampir 6, kalau bilang 5 kejam banget," kata Ruhut di Media Center TPN, Jakarta, Selasa malam.
Ruhut menilai bahwa penampilan Prabowo dalam debat pertama sangat panas, sehingga dirinya tidak bisa membayangkan berjalannya debat kedua yang mempertemukan tiga calon wakil presiden (cawapres) pada 22 Desember.
"Ini (debat) perdana saja sudah begini, yang saya lihat bagaimana ini debat calon wakil presiden? Karena calon presidennya saja, Prabowo, tidak ada istilah hati boleh panas tetapi kepala tetap dingin. Panas saja kerja dia, ngeri kali," katanya sebagaimana dilansir Antara.
"Nah ini faktanya, tetapi enggak usah khawatir, ini (masa) reformasi, rakyat sudah cerdas," sambungnya.
Namun dia memperkirakan debat cawapres mendatang akan berjalan seperti di dalam sebuah ruang kelas.
"Kalau saya lihat ya mungkin nanti ada dosen yang memberi ceramah, ada murid yang mendengar, ada satu yang mungkin dia melucu, itu saja. Tetapi enggak usah khawatir, percayalah Tuhan tidak tidur, Tuhan sayang dengan Indonesia," tuturnya.
KPU menyelenggarakan debat pertama capres-cawapres Pilpres 2024 di Jakarta, Selasa, dengan tema pemerintahan, hukum, hak asasi manusia (HAM), pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, peningkatan layanan publik, dan kerukunan warga.
Debat diikuti tiga pasangan capres-cawapres yakni nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud Md.
Rangkaian debat akan dilanjutkan pada 22 Desember 2023, 7 dan 21 Januari 2024, serta 4 Februari 2024.
Berita Terkait
-
Profil Bivitri Susanti, Tegas Tolak Tawaran KPU Jadi Panelis Debat Capres 2024
-
Gestur Alam Ganjar Membungkukkan Badan Saat Jabat Tangan Dengan Gibran Rakabuming Jadi Sorotan, Ngobrol Apa?
-
Momen Prabowo 'Semprot' Anies Yang Ngeluh Soal Demokrasi: Kalau Jokowi Diktator, Anda Tak Jadi Gubernur!
-
Lantang Di Debat Capres, Anies Bicara Ibu Kota Pindah Ke IKN Tak Lantas Selesaikan Masalah Jakarta
-
Hasto Pede Elektabilitas Ganjar-Mahfud Meningkat Usai Debat Capres, Singgung Prabowo Kesulitan Jawab Soal Penculikan
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo
-
Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung
-
30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan
-
Jogja Run'nShine 2026 Bidik 3.500 Pelari, Ada Hadiah Umroh hingga Trip ke Turki
-
Guru Biologi Madrasah Didorong Kuasai Pembelajaran Berbasis Riset