Suara.com - Calon wakil presiden nomor urut 1, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, berulang kali menyebut 'slepet' dalam paparan visi misinya di acara Debat Perdana Cawapres 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (22/12/2023).
Ini bermakna bahwa dirinya akan menggerakkan instansi dan program pemerintah yang selama ini loyo, sekaligus memberantas ketidakadilan di Indonesia.
"Selama saya berjuang di politik, baik di eksekutif maupun legislatif, banyak hal yang seharusnya bisa dilakukan pemerintah, terutama pemimpin tertinggi, untuk membuat langkah cepat mewujudkan keadilan dan kemakmuran. Langkah itu akan kami wujudkan dengan slepet," ujarnya.
Slepet sendiri, sambung Cak Imin, merupakan tradisi santri untuk membangunkan yang tidur, menggerakkan yang loyo, dan mengingatkan yang lalai. Prinsip ini pun sama diterapkan di pemerintah: bangun dari situasi ketidakadilan.
Lebih lanjut, Ketua Umum (Ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyebut slepet sebagai sebuah disrupsi, yang menjadi awal dari perubahan.
"Alhamdulillah Gusti Allah mempertemukan saya dengan Mas Anies yang ternyata punya pikiran yang sama. Bahkan seperti botol ketemu tutupnya," tutupnya.
Berita Terkait
-
Cak Imin: Target Pertumbuhan Ekonomi 5,5-6 Persen Minimalisir Utang Negara
-
CEK FAKTA: Cak Imin Sebut Target Pertumbuhan Ekonomi Oleh Jokowi 5 %, Tapi Riilnya Di Lapangan Tak Sampai
-
Gus Imin Siap Perketat Pajak 100 Konglomerat Terkaya di Indonesia
-
Kaget AMIN Mau Bangun 40 Kota Selevel Jakarta, Mahfud ke Muhaimin: Apa Itu Bisa Dilaksanakan 5 Tahun?
-
Mahfud Pasang Target Ekonomi RI Bisa Tumbuh 7 Persen, Cak Imin: Omong Kosong
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024