Suara.com - Gerakan Muslim Persatuan Indonesia (Gempita) mendeklarasikan aecara nasional dukungan politik kepada pasangan calon nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Deklarasi dukungan dihadiri langsung Prabowo di Bandung, Jawa Barat.
Ketua Umum Gempita Lamlam Pahala menyampaikan dukungan tersebut langsung dari atas podium. Ia juga mengajak seluruh pengurus untuk naik ke panggung guna membacakan secara serentak deklarasi dukungan.
Pantauan Suara.com di lokasi, selama pembacaan dukungan deklarasi yang berlangsung sekitar lima menit, Prabowo yang duduk di depan kemudian berdiri tegak.
Sikap berdiri tegak itu dilakukan Prabowo sepanjang Lamlam membacakan deklarasi.
Sebelum membacakan deklarasi, Lamlam terlebih dahulu meyamaikan dua pantun yang khusus ia buat untuk menyambut kedatangan Prabowo di Gedung Sudirman Grand Ballroom, Bandung.
Duduk tenang di Kota Solo
Makan martabak rasanya nikmat dan lezat
Teruntuk Bapak Prabowo Subianto
Semoga sehat walafiat
Ikan gurita dari Pulau Lombok
Dibawa ke Bandung dititipkan ke Hambalang
Antara Gempita dan Prabowo Subianto
Bersatu, solid, menang
Lamlam menyampaikan alasan Gempita mendeklarasikan dukungan politik untuk Prabowo-Gibran.
Pertimbangan Geopolitik
Ia mengaku dukungan kepada Prabowo diberikan setelah Gempita mencermati situasi geopoltik internasional dan agenda politik nasional ke depan.
Ia melihat Prabowo yang berlatar belakang militer merupakan sosok yang tepat untuk memimpin bangsa guna menghadapi tantangan zaman.
Melalui deklarasinya, Lamlam meminta seluruh struktur Gempita dari tingkat pusat hingga kelurahan/desa untuk bekerja memenangkan pasangan Prabowo-Gibran.
"Untuk bahu membahu mengatur kerja-kejra politik dalam memenangkan calon presiden dan cakon wakil presiden, Bapak Prabowo Suubianto dan Mas Gibran Rakbuming Raka," kata Lamlam yang diikuti pengurus.
Ia juga memgingatkan seluruh jajaran Gempita agar tetap sesuai aturan dalam melakukan upaya-upaya memenangakan Prabowo-Gibran
"Dengan cara-cara yang cerdas, startegis, terutukur, dan dengan cara-cara lain yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Lamlam.
Berita Terkait
-
Di Depan Pendukung, Prabowo Puji Penampilan Gibran saat Debat: Katanya Anak Ingusan Ternyata Tampil 9,9
-
Curhat Tangannya sampai Ditarik Emak-emak, Apa Reaksi Prabowo?
-
Tantang Buka-bukaan soal Dana Kampanye Diduga Janggal, Kubu AMIN: PPATK Jangan Suka Bikin Gaduh!
-
Ajak Rakyat Aklamasi Pilih Prabowo-Gibran, Kubu AMIN Sebut Ucapan Fahri Hamzah Aneh: Periksa Dulu Sebelum Bicara!
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim