Suara.com - Calon Presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo menjawab pertanyaan tentang tumpang tindih kewenangan dalam sektor keamanan di Indonesia.
Ganjar Pranowo mengaku sudah mempelajari masalah tumpang tindih, konflik antar lembaga, selama 10 tahun menjadi Gubernur dan saat menjadi Anggota DPR RI.
Ganjar mengaku sudah memiliki analisis sosiologis. "Tidak perlu diteliti dari nol. Data sudah ada, tinggal ambil keputusan," kata Ganjar.
Pasangan Mahfud MD ini mengaku komitmen terhadap penataan institusi pertahanan dan keamanan.
"Membereskan yang tumpang tindih harus dimulai dari pemimpin tertinggi," katanya.
Ganjar mencontohkan, masalah pertahanan di laut semua lembaga yang berwenang harus disatukan dalam sebuah institusi.
"Seluruh yang tumpang tindih perlu harmonisasi dan negosiasi,"
Ganjar mengaku masalah negara tidak boleh diurus oleh pemerintah pusat saja. Pemerintah daerah dan Forkopimda perlu dilibatkan.
Redefinisi Politik Bebas Aktif
Baca Juga: Debat Capres, Anies Baswedan Ingin Indonesia Jadi Penentu Arah Perdamaian Dunia
redefenisi politik bebas aktif. Untuk mengatasi persoalan pertahanan dan keamanan serta politik luar negeri Indonesia.
Ganjar Pranowo mengatakan, politik luar negeri adalah alat untuk negosiasi terhadap dunia luar. Tapi kepentingan nasional harus nomor satu.
"Kenapa itu penting, karena kita betul-betul bisa melakukan redefinisi terhadap politik bebas aktif yang disesuaikan dengan kondisi kekinian," kata Ganjar Pranowo saat memaparkan visi dan misi pada debat ketiga Calon Presiden, Minggu 7 Januari 2024.
Ganjar mengatakan, pemerintah perlu mmilah kekuatan dan keinginan bangsa dan negara. Rakyat butuh banyak lapangan kerja.
"Investasi harus lebih banyak," ungkapnya.
Pada debat ketiga Pilpres 2024 yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024), kembali mempertemukan tiga capres yakni Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.
Debat yang dimulai pada jam 19.00 WIB akan berdurasi 150 menit dibagi menjadi enam segmen selama 120 menit on air dan 30 menit jeda iklan.
Dalam debat kali ini tema yang diangkat, yakni 'Pertahanan, Keamanan, Hubungan Internasional, dan Geopolitik'.
Debat capres kali ini masih dipandu dua moderator dan juga 11 panelis yang dipilih KPU telah menjalani masa karantina sebelum debat berlangsung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan
-
Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor
-
Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau
-
Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur
-
Resmi! Port FC Tumbang, Persebaya vs Arema, Persija Hadapi Persib di Semifinal Piala Presiden 2026
-
PBNU Minta Ponpes Tanpa Izin Dilarang Beroperasi dan Dilarang Pakai Gelar Kiai