Suara.com - Capres nomor urut 1, Anies Baswedan sempat diteriaki oleh warga yang menyebut nama Prabowo beberapa kali sewaktu memulai agenda kampanye di Sorong, Papua Barat Daya. Namun begitu, Anies tidak ambil pusing terkait hal tersebut.
"Normal saja, justru inilah demokrasi," kata Anies Baswedan kepada wartawan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Jempur, Sorong, Selasa (16/1/2024).
Menurut dia, yang justru berbahaya adalah ketika terjadi pelarangan untuk menyatakan pilihan dalam politik. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyontohkan penurunan paksa iklan videotron Aniesbubble di Grand Metropolitan Bekasi, Jawa Barat.
Menurutnya, jika ada masyarakat yang mengutarakan capres atau paslon lain yang berbeda, harus dihormati.
"Yang berbahaya itu kan kalau melarang. Kalau melarang bahkan kalau ada banner diturunkan lalu ada videotron dilarang, nah itu baru masalah tapi kalau mengungkapkan justru kita hormati," ucap Anies.
Sebagai informasi, Anies dijadwalkan bertemu dengan para tokoh se-Papua di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada hari ke-50 kampanye Pilpres 2024, Selasa.
Berdasarkan informasi resmi dari Kedeputian Media dan Komunikasi Tim Pemenangan Anies-Muhaimin (Timnas AMIN), Selasa (16/1/2024), Anies dijadwalkan memulai kunjungan ke Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Jempur, Sorong, pukul 08.00 WIT.
Kemudian, Anies lanjut bersilaturahim dengan warga Kampung Rufei pukul 09.30 WIT dan bertemu para simpatisan pukul 13.30 WIT. Agenda kampanye Anies diakhiri dengan silaturahim dengan tokoh Se-Papua pukul 15.15 WIT.
Sebelumnya Anies juga sempat diteriaki warga yang menyebut nama Prabowo saat kampanye di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Brondong, Lamongan, Jawa Timur, Jumat (29/12/2023) lalu.
Dalam kesempatan itu, Anies sempat berdialog dengan beberapa nelayan dan pedagang. Ia juga menyempatkan diri untuk memaparkan visi-misi sebagai capres.
"Saya tidak Anda sekalian memilih saya. Kami datang menawarkan perubahan, kalau cocok pilih saya," kata Anies di lokasi.
Ketika Anies berorasi di TPI Brondong, beberapa orang yang hadir sempat meneriakinya Prabowo berkali-kali. Namun Anies tetap melanjutkan orasinya.
Jubir Timnas AMIN, Angga Putra Fidrian yang ikut dalam kampanye itu mengaku tidak masalah dengan teriakan Prabowo.
"Ya nggak apa-apa biar seru, ya memang kata mereka biar lebih seru juga," kata Angga kepada wartawan.
Angga mengatakan bahwa para nelayan atau pun pedagang yang meneriaki Prabowo saat Anies berorasi itu hanya bercanda. Menurutnya, Anies juga tidak terganggu dengan teriakan tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
Suara Dukungan untuk Prabowo Terdengar saat Blusukan di Pasar Ikan Sorong, Anies: Inilah Bentuk Demokrasi
-
Disinggung soal Program dari Era Bung Karno-Jokowi, Anies: Jika Baik Akan Kami Teruskan!
-
Jumlah Lulusan S2 dan S3 Indonesia Kalah dari Malaysia, Anies: Kenapa Baru Sadar Sekarang?
-
Kutuk Penurunan Paksa Videotron Aniesbubble Di Bekasi, Timnas AMIN: Kuat Dugaan Dilakukan Penguasa!
-
Gaduh Cocoklogi Pasca Timnas Indonesia Dipecundangi 1-3: Kode Alam untuk Paslon 1 dan 3?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan