Komisaris Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kini tengah menjadi sorotan setelah ia secara terbuka mendukung capres dan cawapres dengan nomor urut 03, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.
Sebelumnya, Ahok ramai dibandingkan dengan Abdee Slank yang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Komisaris BUMN karena mendukung salah satu paslon capres.
Meskipun sudah memberikan dukungannya kepada Ganjar Pranowo sedari lama, tetapi mantan Gubernur DKI Jakarta ini sampai kini masih mempertahankan jabatannya sebagai Komisaris PT Pertamina.
Ahok juga menerima gaji yang fantastis sebagai seorang Komisaris Pertamina. Bahkan ia sempat diisukan mendapatkan gaji dan tunjangan dari Pertamina sebesar Rp 101,10 miliar per tahun. Atau jika dihitung per bulan, maka menjadi Rp 8,3 per bulan.
Lantas, apa alasan Ahok tak mundur dari Komisaris BUMN meski dukung Ganjar? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
Kementerian BUMN mengungkapkan alasan Komisaris PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tidak mundur dari jabatannya meskipun secara terang-terangan mendukung salah satu capres.
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Mahendra Sinulingga menjelaskan bahwa komisaris perusahaan pelat merah bisa menunjukkan dukungannya terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden, dengan catatan para komisaris tidak secara aktif melakukan kampanye politik.
Ahok secara terbuka mendukung pasangan calon nomor urut 3 Ganjar Pranowo - Mahfud MD.
Arta menyebut dukungan yang diungkapkan oleh Ahok mempunyai kondisi berbeda dengan Komisaris PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), Abdi Negara Nurdin alias Abdee Slank yang baru-baru ini mengundurkan diri dari jabatannya.
Baca Juga: Segini Harta Abdee Slank, Pantas Rela Tinggalkan Jabatan Komisaris Telkom Demi Dukung Ganjar
“Kalau Pak Abdee kan dia aktif kampanye, kalau Pak Said tidak. Dia hanya menyatakan dukungan, Pak Ahok juga begitu. Dia hanya menyatakan mendukung dan tidak ada kampanye. Kalau dia mulai kampanye ya harus mengundurkan diri,” tutur Arya.
Sebelumnya, SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom Indonesia, Ahmad Reza, mengebut alasan mundurnya Abdee Slank dari kursi komisaris TLKM merujuk pada Surat Edaran Menteri BUMN nomor: S-560/S.MBU/10/2023 tanggal 27 Oktober 2023.
Surat edaran tersebut menjelaskan tentang keterlibatan direksi, dewan komisaris/dewan pengawas dan karyawan Grup BUMN pada penyelenggaraan pemilu, pilkada, atau sebagai pengurus partai politik atau penjabat kepala daerah dan wakil kepala daerah, serta ketentuan-ketentuan lain yang berlaku.
“Begitu surat keluar, seluruh pengurus perusahaan BUMN, jika mau menjadi paslon, ketua tim kampanye atau seperti yang tertera, termasuk Mas Abadi yang mendeklarasikan bahwa dia mendukung, jadi mau tidak mau mengundurkan diri,” tutur Reza.
Reza juga menjelaskan bahwa perseroan telah menerima surat pengunduran diri dari Abdee Slank pada Jumat (19/1/2024). Surat tersebut juga ditembuskan kepada Menteri BUMN, Erick Thohir, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo beserta Sekretaris Kementerian BUMN.
Kontributor : Syifa Khoerunnisa
Berita Terkait
-
Pantas Tak Resign, Gaji Ahok Komut Pertamina Diduga 5 Kali Lebih Besar Ketimbang Abdee Slank di Telkom
-
Rekam Jejak Dukungan Politik Abdee Slank: Dulu Dukung Jokowi, Sekarang Junjung Ganjar Pranowo
-
Gaji Fantastis Komisaris Telkom Abdee Slank, Rela Ditinggalkan Demi Dukung Ganjar
-
Segini Harta Abdee Slank, Pantas Rela Tinggalkan Jabatan Komisaris Telkom Demi Dukung Ganjar
-
Riwayat Pendidikan Ahok vs Abdee Slank, Adabnya Keduanya Disorot Usai Dukung Ganjar
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan