Suara.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai mundurnya calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3 Mahfud MD dari jabatan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) dilandasi kepentingan elektoral, bukan etis.
"Kami mengenal Pak Mahfud sebagai tokoh yang jujur dan berani. PSI selalu respek kepada Pak Mahfud. Namun dalam soal keputusan mundur ini, kami melihatnya lebih didasari motif politik elektoral, bukan pertimbangan etis," kata Wakil Ketua Umum DPP PSI, Andy Budiman dalam keterangannya, Jumat (2/2/2024)
Sebab, lanjut Andy, jika dasar pertimbangan Mahfud adalah persoalan etis, dia seharusnya langsung mundur sejak awal.
"PSI menghormati keputusan Pak Mahfud, namun kami menilai keputusan mundur ini sangat terlambat. Kami khawatir keputusan mendadak ini justru membuat target dan tugas-tugas kementerian menjadi terbengkalai," tutur Andy.
Terlebih, dia menegaskan tidak ada kewajiban konstitusional untuk mundur jadi menteri atau menko dalam pencalonan Mahfud sebagai cawapres.
"Ini soal pilihan politik elektoral semata, bukan soal etik dan konstitusi. Pun demikian, sekali lagi, kami hargai pilihan politik Pak Mahfud," jelas Andy.
Dia meyakini tim Kemenkopolhukam akan bisa menyelesaikan tugas-tugas yang ditinggalkan Mahfud.
Mahfud Mundur
Sebelumnya, Mahfud penyampaikan surat pengunduran diri sebagai Menko Polhukam kepada Presiden Joko Widodo, Kamis (1/2/2024).
"Alhamdulillah bapak presiden sama dengan saya, kami bicara dari hati ke hati dengan penuh kekeluargaan dan sama-sama tersenyum, tidak ada ketegangan apapun, kita tersenyum bergembira," kata Mahfud usai pertemuan.
Ia mengatakan dirinya dan Jokowi juga saling berbagi cerita kala memulai untuk sama-sama saling bekerja.
"Bercerita masa lalu itu ketika kita mulai bekerja," tuturnya.
Dalam kesempatan itu Mahfud menyebut Presiden Jokowi mengapresiasi kepadanya karena menjadi Menko Polhukam terlama di era kepemimpinannya.
"Bahkan pak presiden mengatakan bahwa pak Mahfud adalah Menko Polhukam terlama dalam sepanjang penerintahan Pak Jokowi karena dulu Pak Tedjo tak sampai setahun, Pak Luhut setahun empat bulan, lalu pak Wiranto tiga tahun setengah lewat dua bulan saya hampir empat tahun setengah," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Kode Keras di Balik Mundurnya Mahfud: Tak Mungkin Saya Lawan Kebijakan Capres yang Didukung Pak Jokowi
-
Baru Putuskan Resign dari Kabinet Jokowi Jelang Pencoblosan, Mahfud: Itu Soal Pilihan Saja
-
Mahfud Mundur, Usman Hamid: Seharusnya Diikuti Menteri Lain yang Terlibat Kontestasi Pemilu
-
Resign Dari Menko Polhukam, Mahfud Beberkan 'PR' yang Harus Dikerjakan Penggantinya
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Iran Tahan Pembukaan Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Tembus 88 Dolar AS
-
Pesan Menyentuh Audy Item untuk Iko Uwais Usai Keguguran di Usia Kandungan 7 Minggu
-
3 Zodiak yang Beruntung dan Punya Nasib Baik 12 Agustus 2026, Keinginan akan Terwujud
-
Total 3 WNI Jadi Korban Serangan Bom Drone Houthi Yaman di Selat Bab Al Mandeb
-
ABK WNI Tewas Diserang Kelompok Houthi di Selat Bab Al Mandeb
-
WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali
-
Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit