Suara.com - Calon Presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, menilai pembentukan daerah otonomi baru (DOB) harus mempertimbangkan aspek teknokratik, bukan konstelasi politik.
Pasalnya, dia menyebut bahwa otomi daerah merupakan amanah undang-undang nomor 31 dan 33 tahun 1999 untuk menciptakan desentralisasi.
"Pada waktu itu ada sentralisasi yang sangat kuat kemudian kita melakukan demokratisasi. Nah ini tidak banyak negara di dunia yang melakukan demokratisasi di kekuasaan pusat, pada saat yang bersama melakukan devolusi kepada daerah," kata Anies dalam acara Sarasehan DPD RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (2/2/2024).
Dia menjelaskan pembentukan otonomi daerah pada waktu itu disebabkan oleh kondisi krisis karena kapasitas pusat dianggap tidak memungkinkan untuk sampai pada tingkat lokal ketika kekuasaan itu masih tersentralisasi.
Namun, dia menegaskan kebutuhan adanya otonomi daerah mesti dilakukan secara objektif dengan pertimbangan teknokrat.
"Bila kebutuhan tentang kewenangan yang disebut sebagai otonomi daerah itu karena kebutuhan objektif dan landasannya teknokratik, maka itu layak untuk dibahas, layak untuk dipertimbangkan," ujar Anies.
"Ketika aspirasi tentang otonomi baru atau daerah itu karena ada konstalasi politik yang tidak bisa dipersatukan, lalu kemudian mau dipisahkan, nah ini bisa problematika," tambah dia.
Lebih lanjut, dia menjelaskan perbedaan dalam komstelasi politik seharusnya diselesaikan dalam bentuk kesepakatan, bukan memisahkannya menjadi pembentukan daeeah otonomi baru.
"Jadi, kami melihat pertimbangan teknokratik yang harus dominan. Bila pertimbangannya teknokratik, maka kami melihat itu layak," tandas Anies.
Baca Juga: Was-Was Hadapi Debat Terakhir Dikasih Nilai 0, Prabowo Tak Takut: Emang Gue Pikirin, Lu Siape?
Berita Terkait
-
Anies Tegaskan Ketimpangan dan Ketidaksetaraan Jadi Prioritas Utama untuk Diselesaikan
-
Bertemu DPD RI, Anies Tekankan Misi Indonesia Adil Makmur untuk Semua
-
Was-Was Hadapi Debat Terakhir Dikasih Nilai 0, Prabowo Tak Takut: Emang Gue Pikirin, Lu Siape?
-
Ekspedisi Perubahan dan Mikail Baswedan Kunjungi Warga Kampung Bayam yang Curhat Sering Diintimidasi
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset
-
John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura
-
Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi
-
Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG
-
Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini
-
Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR
-
Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih
-
Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan
-
Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol
-
Misteri Penusukan di 16 Ilir Palembang, Pria Banyuasin Alami Luka di Kepala hingga Bahu