Suara.com - Calon presiden nomor urut 01, Anies Baswedan menanggapi maraknya akademisi yang mengkritik Presiden Joko Widodo karena pemerintahannya dianggap telah melakukan banyak tindakan menyimpang di tengah proses penyelenggaraan negara, yaitu Pilpres 2024.
"Ya kampus-kampus itu berbicara setelah menangkap apa yang terjadi di masyarakat," ujarnya kepada wartawan setelah menghadiri Sarasehan DPD RI Bersama Capres 2024, di Jakarta, Jumat, (2/2/2024).
Anies sendiri mengaku sudah sejak lama pihaknya menggaungkan ketidaknetralan yang tengah terjadi menjelang Pilpres 2024. Ia berulang kali menekankan pemerintah untuk menjaga netralitas agar proses penyelenggaraan negara tetap berjalan adil.
"Kami sudah menyampaikan pesan ini sejak lama, menjaga netralitas, menjaga keadilan, wasit supaya menjadi wasit yang fair. Wasit yang tidak merangkap pemain, wasit yang tidak merangkap promotor,"imbuhnya.
Anies menilai, petisi dari para akademisi tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap demokrasi di negeri ini. Ia pun mengaku senang bahwa akademisi tidak tinggal diam menyaksikan kondisi kenegaraan di Indonesia saat ini.
"Kami senang bahwa kampus menyuarakan dan itu menunjukkan bahwa kampus peduli, kampus tidak diam menyaksikan kondisi bangsa," katanya.
Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu lantas menegaskan kembali bahwa inilah saatnya masyarakat Indonesia menentukan, apakah negara ini akan menjadi negara hukum atau negara kekuasaan. Dengan adanya petisi dari para akademisi, Anies pun yakin Indonesia akan tetap terjaga sebagai negara hukum.
"Saya berkeyakinan insyaallah kita akan bisa menjaga untuk menjadi negara hukum," tutupnya.
Baca Juga: Anies Baswedan Jadi Sasaran Utama Hoaks Pemilu 2024 Terbanyak
Berita Terkait
-
Anies Tegaskan Pembentukan DOB Harus Pertimbangkan Teknokratik, Bukan Konstelasi Politik
-
Anies Tegaskan Ketimpangan dan Ketidaksetaraan Jadi Prioritas Utama untuk Diselesaikan
-
Bertemu DPD RI, Anies Tekankan Misi Indonesia Adil Makmur untuk Semua
-
Jokowi Lagi-lagi Dikritik, Guru Besar Unhas: Kita Mengawal Reformasi Agar Tidak Cidera karena Ada Ketidaknyamanan
-
Was-Was Hadapi Debat Terakhir Dikasih Nilai 0, Prabowo Tak Takut: Emang Gue Pikirin, Lu Siape?
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai
-
Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda
-
Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati
-
6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
-
Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?
-
Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret