Suara.com - Partai politik di Kota Denpasar, Bali, diminta untuk mengusung pasangan calon walikota dan wakil walikota yang merupakan figur menarik bagi masyarakat. Hal ini bertujuan agar partisipasi pemilih meningkat.
Ketua KPU Denpasar Dewa Ayu Sekar Anggaraeni mengatakan penyelenggara dan peserta Pilkada Serentak 2024 turut membantu dalam menaikkan tingkat partisipasi pemilih.
“Kami meminta partai politik mengusung pasangan calon yang bisa menarik minat masyarakat dan figur yang cukup dikenal, sudah punya rekam jejak, visi misi, dan program kerja yang memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Sekar di Denpasar, Bali, Minggu (16/6/2024).
KPU Denpasar sendiri kata Sekar, saat ini memiliki PR berat dalam menaikkan kehadiran pemilik hak suara di TPS, sebab tren partisipasi dalam Pilwali Denpasar cenderung menurun dua periode terakhir.
Pada Pilwali Denpasar 2015 tingkat partisipasi pemilih mereka 56 persen, berlanjut saat Pilwali 2020 sebedar 54 persen, persentase kurang memuaskan juga terjadi di Pilkada Bali 2018 di Kota Denpasar dengan partisipasi pemilih 68 persen.
Sementara itu, KPU RI menaruh target Pilkada Serentak 2024 ini mampu mendatangkan 80 persen partisipasi, dan dirasionalkan KPU Bali menjadi setidaknya 75 persen.
Target ini menjadi tantangan besar KPU Denpasar hingga 27 November 2024 nanti.
“Memang yang menjadi tantangan bagi kami setiap penyelenggaraan pilkada adalah tingkat partisipasi, khususnya pemilihan walikota selalu dikisaran 50-60 persen tidak pernah lebih, sehingga untuk mencapai itu kami mohon kerja sama,” ujar Sekar.
Bercermin dari Pilwali 2020, KPU Denpasar mencoba melakukan kajian terhadap kondisi saat itu, dimana mereka melihat ada tiga penyebab rendahnya partisipasi pemilih.
Baca Juga: Bismillah Periode Kedua: Anies Siap Pimpin DKI Lagi, Tapi Bagaimana Nasib 13 Janji Ini?
Pertama, situasi pandemi Covid-19 saat itu membuat kehadiran pemilih ke TPS rendah, kemudian karena alasan pekerjaan di tengah situasi ekonomi terpuruk yang membuat masyarakat harus bekerja keras saat itu.
“Kemudian ketiga masyarakat merasa calon yang berkontestasi tidak menarik mereka untuk membuat mereka mau datang ke TPS,” ucap Sekar.
Ini yang menjadi alasan ia menaruh harapan partai politik mau mengusung pasangan calon yang mumpuni dalam menggaet minat pemilih.
Apalagi, kata dia, penyelenggara membaca saat ini jumlah pemilih di Denpasar sebesar 51 persennya didominasi generasi milenial dan generasi Z, maka dari itu figur yang ditawarkan menurutnya harus pandai membaca situasi hari ini.
Tak hanya partai politik, Sekar mengatakan KPU pun melakukan upaya yang sama, yaitu membuat sosialisasi Pilkada Serentak 2024 yang sesuai tren saat ini sehingga pemilik hak suara tertarik untuk melihat ajakan mereka.
Salah satunya dilakukan KPU Denpasar saat meluncurkan maskot, jingle, dan tahapan Pilwali Denpasar, dimana mereka hadir di Lapangan Puputan Badung di tengah-tengah ribuan masyarakat yang sedang menghabiskan akhir pekan.
Penyelenggara mengenalkan maskot Catur Muka dan jingle Ayo Nyoblos agar tertanam diingatan warga sambil diselipkan dalam hiburan grup lawak dan musik lokal yang disukai masyarakat. (Antara)
Berita Terkait
-
Disebut Sulit Masuk Kabinet Prabowo, Anthony Leong Bongkar di Balik Ambisi Anies Maju Pilkada Jakarta
-
Mendadak Nonton Bareng Bioskop, Anies dan Sandiaga Kompak Bantah Bahas Pilkada Jakarta
-
Bismillah Periode Kedua: Anies Siap Pimpin DKI Lagi, Tapi Bagaimana Nasib 13 Janji Ini?
-
Jumatan Bareng Warga usai Diisukan Maju Pilkada Jakarta, Begini Ekspresi Kaesang Lihat Bocil Ribut Salah Sebut Namanya
-
Tak Gubris Larangan Jokowi, Zulhas Bongkar Motif Para Ketum Parpol Ngotot Dukung Kaesang di Pilkada Jakarta
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024