Suara.com - Pilkada serentak 2024 diprediksi akan semakin banyak kandidat yang melawan kotak kosong di sejumlah daerah. Sejak Pilkada 2018, calon kepala daerah tunggal juga tercatat terus meningkat.
Pada Pilkada 2018 terdapat 16 calon tunggal. Jumlah itu meningkat di Pilkada 2020 dengan terdapat 25 calon tunggal.
Themis Indonesia Law Firm memperkirakan kalau jumlah calon tunggal yang akan melawan kotak kosong pada Pilkada 2024 kemungkinan akan meningkat dua kali lipat.
"Di tingkat calon Gubernur setidaknya ada empat provinsi yang berpotensi menghadirkan calon tunggal dengan koalisi yang gemuk, di antaranya adalah Sumatera Utara, Kalimantan Timur, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah, dengan asumsi apabila Kaesang Pangarep dicalonkan sebagai Gubernur di Jawa Tengah," kata peneliti Themis Indonesia Law Firm, Hemi Lavour, dalam acara diskusi publik di Jakarta, Selasa (13/8/2024).
Sedangkan di tingkat calon bupati maupun wali kota, daerah yang berpotensi hanya ada calon tunggal tunggal yakni, Kutai Kartanegara (Kalimantan Timur), Batam (Kepulauan Riau), dan Bima (Nusa Tenggara Barat).
"Hadirnya calon tunggal pada penyelenggaraan pemilihan kepala daerah juga menjadi sebuah indikasi kegagalan partai politik dalam menjalankan fungsi kaderisas dan melahirkan pemimpin baru di tingkat lokal," imbuh Hemi.
Potensi calon tunggal itu dikatakan dipengaruhi karena adanya politik dinasti yang sudah terbangun.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri disebut turut jadi pelopor praktik politik dinasti. Hal tersebut tak lepas dari sikap Jokowi yang membiarkan putra sulungnya, Gibran Rakabuming, maju sebagai calon Wakil Presiden.
Kemudian menantunya, Bobby Nasution, yang maju di Sumatera Utara yang sebelumnya menjabat sebagai Wali Kota Medan.
Baca Juga: Themis Indonesia Temukan 35 Daerah Berpotensi Jadi Ajang Politik Dinasti, Libatkan 42 Cakada
Berita Terkait
-
Themis Indonesia Temukan 35 Daerah Berpotensi Jadi Ajang Politik Dinasti, Libatkan 42 Cakada
-
Soal Jusuf Hamka Ikut Mundur, Analis: Apa yang Terjadi Pada Airlangga Bagian dari Politik yang Tidak Terpuji
-
DPP PKB Belum Putuskan Dukungan di Pilkada Jakarta, Nama Anies cuma Usulan Tingkat Wilayah
-
Kotak Kosong di Pilkada Jakarta Kian Nyata, Gerindra Klaim PKS-PKB Segera Gabung KIM
-
PKS Ditantang PDIP Usung Ahok di Pilkada 2024, Berani?
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Biaya Pilkada Tinggi, Akhirnya Cari Jalan Tak Benar
-
Coffee Shop dan Ruang Tenang Bagi Gen Z: Bukan Lagi Sekadar Tempat Ngopi
-
5 Cara Cek Nomor Indosat Pakai Internet dan Tidak, Praktis dan Cepat
-
KPK Geledah Rumah Etik Suryani di Laweyan 1,5 Jam, Angkut 2 Koper
-
Hackathon Digital Cooperatives 2026 Cetak Inovasi AI untuk Percepat Digitalisasi Koperasi Indonesia
-
Tembus Pasar Besar dengan Konservasi, BRI Berikan Dukungan Penuh Suhita Lebah
-
Said Iqbal Dorong Pajak Pencairan JHT Jadi Nol Persen, Usul Ambang Batas Naik ke Rp 400 Juta
-
Beban Ganda Perempuan Kepala Keluarga: Bangun Jam Lima pagi, Malam Masih Menghitung Setoran
-
Solusi Budget Tipis! Cek Tahun Daihatsu Xenia Bekas di Bawah 100 Juta yang Masih Layak Pinang
-
Kejagung: Status Tersangka Febrie Adriansyah Tetap Berlaku Meski Penyidikan Diambil Alih