Suara.com - Kepala suku yang berada di 8 kabupaten, Provinsi Papua Tengah menyambangi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua Tengah, Senin (2/9/2024). Kedatangan tersebut sebagai bukti dukungan mereka kepada pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Papua Tengah, Isaias Douw dan Yustus Wonda.
Kepala Suku Besa Papua Tengah, Meepago Melkianus Keiya mengatakan bahwa kedatangan tersebut untuk menyampaikan sejumlah usulan regulasi terkait nilai-nilai hukum yang berlaku di Indonesia mengenai pemilihan kepala daerah.
"Saran dan pengusulan yang datang dari kepala-kepala suku ini berdasarkan Undang-undang Dasar (UUD) 1945 pasal 18b, hak dan kepercayaan dikawinkan undang-undang UU nomor 21 tahun 2021," ujar Melkias Keiya kepala suku besar Papua tengah kepada wartawan, Senin 2/9/2024.
Dalam pasal 18b tersebut, menyatakan soal pengakuan dan pernghormatan satuan-satuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus atau istimewa, yang diatur dengan Undang-undang. Kemudian juga pengakuan negara dalam menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa di dalam undang-undang otonomi khusus menjadi payung pemberlakuan daerah otonomi baru atau DOB. Ia meyakini bahwa peluang untuk mengusulkan kepala daerah bisa disampaikan melalui partai lokal dan sistem noken.
"Kita hari ini ingin mengusulkan saja, bila perlu ke depan KPU Papua Tengah tolong usulkan ke pusat, apabila (pendaftaran bakal calon melalui) partai lokal tidak diberlakukan, maka sistem noken bisa negara setujui," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama diserahkan dukungan kepada Isaias Douw dan Yustus Wonda. Berikut rincian dukungan 580 ribu suara noken untuk pasangan tersebut yang diberikan dari masing-masing kabupaten, yakni:
- Kabupaten Nabire 80.000 suara
- Kabupaten Dogiyai 75.000 suara
- Kabupaten Deiyai 60.000 suara
- Kabupaten Paniai 70.000 suara
- Kabupaten Intan Jaya 75.000 suara
- Kabupaten Puncak Jaya 90.000 suara
- Kabupaten Puncak 50.000 suara
- Kabupaten Mimika 80.000 suara.
Sementara itu, Sekretaris KPU Papua Tengah Mohammad Asram menerima masukan tersebut dan menyampaikan kepada pimpinan.
"Menurut KPU Papua Tengah tugas saya untuk menerima dan kami akan lanjutkan ke pemerintah pusat PEMPUS dalam komisi pemilihan umum KPU republik Indonesia RI," katanya.
Baca Juga: MRP Papua Tengah Siapkan Rancangan Peraturan Masyarakat Adat
Reporter : Elias Douw
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024