Suara.com - Pelaksana Harian (Plh) Presiden PKS Ahmad Heryawan alias Aher mengaku pihaknya sudah menyiapkan dua langkah untuk merespons kadernya yang merupakan tersangka pencabulan anak berinisial HA dilantik menjadi anggota DPRD Singkawang, Kalimantan Barat.
Langkah pertama, kata Aher, pihaknya akan menyelesaikan masalah HA tersebut secara internal, termasuk menyiapkan sanksi kepada yang bersangkutan.
"Berikutnya adalah terkait dengan Singkawang. Tentu kita memiliki dua langkah ya. Langkah pertama langkah internal. Kita akan menyelesaikan secara internal. Ada tim internal yang akan menyelesaikan, tentu sanksi-sanksi internal nanti," kata Aher ditemui di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (20/9/2024).
Kemudian langkah berikutnya, PKS akan menghormati proses hukum yang berlaku terhadap HA.
"Saat yang sama juga selain mekanisme internal penyelesaian kita adalah juga kita tentu menyerahkan menghormati mekanisme hukum positif yang berlaku," ujarnya.
Terlebih HA sendiri statusnya kekinian sudah menjadi tersangka, maka menurutnya, PKS akan mengikutip proses hukum positif.
"Ya karena sudah pada posisi tersangma sehingga ya kita ikuti. Kita ikuti kita hormati ya, untuk terus ada proses hukum sesuai dengan undang-undang dan mekanisme hukum yang berlaku. Saya kira itu," ujarnya.
Berita Terkait
-
Minta Ada Evaluasi Partai Untuk Pilkada, Salim Segaf PKS: Saya Tak Ingin Ada Kata-kata 'Ustaz, Kami Dicurangi'
-
Terjunkan Ratusan Kader, PKS Tegaskan Serius Hadapi Pilkada 2024: Tahun Ini Beda, Cukup Istimewa
-
Bisa-bisanya Tersangka Pencabulan Anak Dilantik Jadi Anggota DPRD, Begini Respons KPU
-
Rekam Jejak Gielbran Muhammad Noor: Sebut Gibran Anak Haram Konstitusi yang Dikira Putra Kader PKS, Kini Ikut PKB
-
Syaikhu Fokus Pilgub Jabar, Aher Ditunjuk Jadi Plh Presiden PKS
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024