Kotak Suara / Pemilu
Kamis, 10 Oktober 2024 | 00:00 WIB
Menteri Parekraf Sandiaga Uno (kanan) dan Calon Gubernur Jakarta Ridwan Kamil (kiri) bersalaman saat bertemu di pameran Indonesian Contemporary Art and Design ke-14: Unexpected di Hotel Grandkemang, Jakarta, Rabu (9/10/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Calon Gubernur (Cagub) nomor urut satu, Ridwan Kamil (RK) menemui Eks Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Ia pun mendapat pesan alias wejangan mengenai pariwisata.

Pertemuan ini terjadi usai keduanya menghadiri acara Indonesian Contemporary Art and Design (ICAD) 14 di Hotel Grand Kemang. Keduanya sempat makan malam bersama di lokasi.

Sandiaga yang juga menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI berpesan soal pengembangan pariwisata.

"Ya, beliau (Sandiaga) secara singkat menitipkan agar pariwisata Jakarta bisa naik kelas, bisa melompat antara yang lama dikonservasi seperti Setu Babakan, seperti Kota Tua, atau hal-hal baru," ujar RK.

Kemudian, ia juga membeberkan rencana pengembangan pariwisara di Jakarta seperti di Kepulauan Seribu jika nantinya berhasil menang dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI.

Menteri Parekraf Sandiaga Uno (kanan) dan Calon Gubernur Jakarta Ridwan Kamil (kiri) bersalaman saat bertemu di pameran Indonesian Contemporary Art and Design ke-14: Unexpected di Hotel Grandkemang, Jakarta, Rabu (9/10/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

"Saya akan lapor juga ya, akan ada wisata global di Kepulauan Seribu, dan lain-lain. Gimana caranya meng-attract wisatawan untuk bisa berlama-lama," tuturnya.

Menurut RK, saat ini kebanyakan wisatawan dalam dan luar negeri kebanyakan lebih lama berkunjung ke Bali. Kedatangan ke Jakarta hanya singkat karena tak banyak pilihan. 

Dengan memberi pilihan wisata, maka pelancong akan lebih betah di Jakarta dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. 

Baca Juga: Rela Jual Koleksi Lukisannya Demi Modali Kampanye di Jakarta, RK: Buat Nambahin Pasang Baliho

"Kan kajiannya, sementara orang cuma, wisatawan itu tinggal semalam di Jakarta, empat malamnya di Bali. Mungkin dengan banyaknya pilihan berkegiatan, minimal jadi dua malam kan, sehingga ekonomi Jakarta bisa lebih bagus," pungkasnya.

Load More