Suara.com - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut satu, Ridwan Kamil melanjutkan masa kampanyenya dengan mendatangi kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara pada Selasa (5/11/2024). Dalam kesempatan itu, RK menemui sejumlah pegiat kuliner di PIK.
RK pun turut menyoroti soal kawasan PIK yang kerap dianggap eksklusif dan hanya bisa diakses masyarakat kelas atas. Ia menyebut seharusnya PIK juga memiliki fasilitas yang diperuntukkan bagi kalangan menengah ke bawah, khususnya para pekerja.
"Saya titip orang yang tinggal di sini (PIK) enggak hanya orang kaya, ya pekerja di sini orang menegah kan. Perumahan, huniannya harus diperhatikan supaya bisa tinggal di sini dan kerja di sini," ujar RK.
RK juga menilai fasilitas transportasi umum di PIK perlu ditambah agar mudah diakses oleh masyarakat.
"Di mana ada keramaian itu ada transportasi harus disediakan negara baik di PIK dan tempat lainnya juga," jelasnya.
Lebih lanjut, RK juga menilai untuk mempercepat Jakarta sebagai kota global, faktor penting yang bisa segera diupayakan adalah dari sisi kuliner. Untuk itu, perlu berbagai sarana dan prasarana yang menunjangnya.
Ia menganggap PIK sudah memiliki berbagai fasilitas lengkap dan perlu ditiru di kawasan lain.
"Jadi kota global paling cepat konsepnya Jakarta kota global di bidang kuliner. Kuliner tidak hanya makanan enak. Butuh tempat yang punya desain dan kreativitas dan orang betah mendokumentasikan," ungkapnya.
"Bayangkan ada spot gini 50 ada sungai-sungai, danau-danau, ada bangunan tua ala m-bloc kan digabung dengan komunitas karena membangun dengan DKI saya yakin Jakarta jadi destinasi kuliner internasional," pungkasnya.
Baca Juga: Bakal Lanjutkan Program Anies, "Parkir" Air jadi Jurus RK Cegah Banjir di Jakarta, Apa Maksudnya?
Berita Terkait
-
Bakal Lanjutkan Program Anies, "Parkir" Air jadi Jurus RK Cegah Banjir di Jakarta, Apa Maksudnya?
-
Ogah Senang Dulu Meski Kalahkan RK di Survei Litbang Kompas, Pramono Ngaku Tetap Fight: Lawan Saya di Pilgub Adalah...
-
Santai Meski Keok sama Pramono, RK soal Sigi Litbang Kompas: Survei Itu Bukan Penentu Takdir!
-
Curhat Sedih Pilkada Jakarta 2024 Tak Ada Anies-Ahok, Bintang Emon Malah Diledek: Lu Kesambet Apa?
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Akal Bulus Pilot Malaysia Airlines Mohd Saufi bin Othman Lolos dari Jeratan Narkoba, Tapi Gagal
-
Suplai Rudal Patriot Kritis, Pertahanan Udara Ukraina Bobol Hingga Makan Korban Jiwa
-
Puji Setinggi Langit Indonesia di Piala AFF 2026, Tijjani Reijnders Nyesel Lebih Pilih Belanda?
-
Biaya Belanja Bisa Bengkak, Harga Bawang Merah hingga Beras Mulai Merangkak Naik
-
6 Titik Nadi Terbaik untuk Semprot Parfum agar Sillage Maksimal
-
Rusia - Ukraina Saling Tembak Drone dan Rudal, 14 Orang Tewas
-
Rupiah Akhirnya Tembus di Bawah Rp18.000 Pagi Ini, Dipicu Harapan Damai Timur Tengah
-
Bakal Diteror Mitchell Baker, Kiper Vietnam Gemetar: Akui Timnas Indonesia Bukan Lawan Mudah
-
UMKM Mulai Go Digital, Transaksi QRIS Jadi Andalan Dongkrak Penjualan
-
Kabar Duka, Aktor Senior Diding Boneng Meninggal Dunia