Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyoroti nasib buruk yang dialami oleh masyarakat penganut aliran kepercayaan di Indonesia. Menurut pihaknya, masih banyak diskriminasi yang sering terjadi kepada kelompok tersebut.
Mulai dari mendapatkan perlakuan tak menyenangkan, intoleransi sampai dengan kesulitan untuk mendapatkan hak mereka. Hal inilah yang menjadi sorotan dari PSI.
Ketua DPP PSI, Sigit Widodo menyatakan walaupun pemerintah terus berupaya untuk mengurangi tindakan diskriminasi terhadap kelompok penghayat aliran kepercayaan, masih banyak stigma buruk yang bertebaran terkait mereka di masyarakat.
"Meski berkurang, diskriminasi terhadap saudara-saudara penghayat masih sering dilakukan," cuitnya dalam akun twitter pribadinya @sigitwid, dikutip Suara Liberte, Jumat (9/6/2023).
Salah satunya adalah stigma bahwa aliran kepercayaan posisinya lebih rendah ketimbang dengan enam agama yang diakui secara umum di Indonesia.
"Masih ada stigma bahwa kepercayaan yang diyakini oleh penghayat lebih rendah ketimbang 6 agama yang diakui di Indonesia," ungkapnya.
Sigit menyayangkan hal tersebut, dirinya mengatakan hal ini begitu miris karena menurutnya, aliran kepercayaan adalah agama asli dari Indonesia.
"Ini sangat menyedihkan karena kepercayaan itu sejatinya adalah agama asli Indonesia," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
BREAKING NEWS: Peringatan Tsunami di Flores Usai Gempa 7,0
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week