/
Minggu, 11 Juni 2023 | 23:20 WIB
Andi Sinulingga (Suara.com/Bagus Santosa)

Politikus Kawakan, Andi Sinulingga buka suara terkait dengan kabar tak sedap soal adanya hasil survei yang dapat dipesan jelang Pilpres 2024.

Dirinya mengatakan hal ini sudah menjadi tanda bahwa survei politik sudah seperti bisnis pada umumnya. Dengan hal ini penting menghadirkan pengawasan.

Pasalnya tak hanya merugikan tokoh politik, tetapi juga dapat merugikan negara dengan tak adanya pajak yang harusnya masuk dalam kantong dari Indonesia

"Survey politik itu dah kayak bisnis black market aja. Jika begitu, sudah bisa di pastikan mereka juga bermasalah dgn pajak yg harusnya jadi hak negara," cuitnya dalam akun twitter pribadinya @AndiSinulingga, dikutip Suara Liberte, Minggu (11/6/2023).

Loyalis Anies Baswedan ini juga menyindir bagaimana sejumlah lembaga survei sering berbicara  terkait integritas namun ternyata malah diwarnai isu seperti ini.

"Disisi lain mulut mereka kencang banget jika bicara integritas utk orang lain, kayak dirinya yg paling berintegritas saja," ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menyebut hasil survei memang bisa dipesan.

Cak Imin juga mengungkap alasan hasil berbagai survei berbeda-beda. Menurutnya, sudut pandang pertanyaan petugas survei menjadi faktor penentu.

"Kenapa hasil survei selalu berbeda-beda? Jawabannya tergantung dari sisi mana pertanyaan yang disampaikan ke responden. Apa bisa pesan hasilnya ? Ya pasti bisa, tergantung perspektif pertanyaannya," kata Cak Imin melalui akun Twitter @cakiminow, Kamis (8/6).

Baca Juga: Kementerian BUMN Ungkap Penyebab Peserta Gagal Ujian Online Rekrutmen Bersama BUMN 2023

Load More