/
Senin, 12 Juni 2023 | 13:56 WIB
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Politik dan Keamanan, Puan Maharani (Suara.com/Bagaskara)

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan bahwa PDI Perjuangan berubah menjadi lebih inklusif.

Hal ini terlihat setelah Ketua DPP PDIP Puan Maharani membuka peluang untuk berkomunikasi dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Sebelumnya, PDIP terkesan menutup pintu dengan banyak partai. Ini diperkuat statement dari elite partai yang menyebut sulit berkoalisi dengan Demokrat dan PKS," kata Burhanuddin kepada KompasTV, dikutip Liberte Suara, Senin (12/6/2023).

Ia melihat momentumnya terjadi setelah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP. 

"Terlihat ada perubahan strategi yang menunjukkan bahwa PDIP lebih merangkul, lebih inklusif," ujarnya.

Peran itu, kata Burhanuddin, dimainkan oleh Puan, yang merupakan anak dari mendiang Taufik Kiemas. 

"Taufik Kiemas sendiri adalah ice breaker yang berhasil mencairkan hubungan antara Demokrat dan PDIP saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkuasa," terangnya, menambahkan.

"Puan kini sedang memainkan fungsinya sebagai ice breaker," tegas Burhanuddin.

Ia pun menjelaskan bahwa langkah tersebut memiliki tujuan utama yaitu membuka opsi lebih jauh PDIP berkoalisi dengan Demokrat.

Baca Juga: Rilis Hari Ini! EXO Siap Luncurkan Lagu Baru 'Let Me In' Jelang Comeback

Ini terjadi dengan syarat Demokrat gagal mengusung calon presiden (capres) Partai NasDem Anies Baswedan.

Load More