Sebelumnya, Puan Maharani memang pernah menyebut sejumlah nama yang bakal jadi Cawapres pendamping Ganjar Pranowo. Nama-nama tersebut adalah Mahfud MD hingga Erick Thohir.
Uniknya, Puan juga menyebut nama AHY, meskipun partai yang dipimpinnya adalah partai oposisi.
"Kalau boleh saya sebut yang ada di media, Pak Mahfud sudah masuk namanya, Pak Erick Thohir, Pak Ridwan Kamil, Pak Sandiaga Uno. Kemudian ada Pak AHY ya kan? Pak AHY, Pak, sopo lagi, Mas? Pak Airlangga, ya kan?" kata Puan di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (6/6/23).
Namun belum ada kejelasan apakah AHY jika ditawari akan menerima tawaran ini. Atau pernyataan Puan hanya sebatas ucapan yang tak ingin diwujudkan.
Baca Juga: Seratusan Bacaleg di Aceh Gugur Gegara Tak Ikut Baca Al-Qur'an
Ditelusuri Turnbackhoax.id, thumbnail yang memperlihatkan Megawati memberikan peci ke atas kepala AHY adalah hasil editan komputer.
Berdasarkan penelusuran Google Image, foto thumbnail tersebut diedit dari berita aslinya yang berjudul ‘Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Diumumkan sebagai Capres 2024 dari PDIP’
Yang diunggah oleh Pikiran Rakyat pada 21 April lalu. Berita ini berisi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akhirnya mengumumkan bakal calon presiden (capres) dari partainya. Megawati mengumumkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai capres dari PDIP.
KESIMPULAN
Video ‘AHY dan Puan Sepakat, Demokrat Terima Posisi Ini’ yang diunggah akun youtube Pilihan Rakyat memiliki konten yang dimanipulasi atau manipulated content.
Berita Terkait
-
MK Putuskan Pemilu Sistem Proporsional Terbuka, AHY: Alhamdulillah, Menuju Perubahan dan Perbaikan
-
Denny Siregar Yakin PDIP Tetap Cawe-cawe Terkait Kabinet Ganjar: Akal Sehat Saya Gak Nyampe Melogikakan Ini
-
NasDem Curiga AHY Bahas Cawapres Ganjar dengan Puan: Selagi Janur Kuning Belum Melengkung, Apapun Bisa Terjadi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026