Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana mengomentari sebuah meme soal Presiden Korea Utara Kim Jong Un menghukum warganya yang bunuh diri.
Dalam meme tersebut, tertulis bahwa angka bunuh diri meroket di negara tersebut sehingga pemerintah melarang tindakan bunuh diri.
Adapun kalau melanggar, warga yang berniat bunuh diri tersebut akan diberi hukuman berupa hukuman mati dari pemerintah.
Menanggapi meme tersebut, Denny menyebut kejadian tersebut serupa dengan kejadian yang terjadi di suatu negara yang pemimpinnya cawe-cawe.
“Ini seperti kejadian di negeri Cawe-Cawe,” ujar Denny, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @dennyindrayana pada Kamis (22/6/2023).
Hanya saja, di negara tersebut yang meroket adalah kasus korupsinya, bukan perekonomiannya. Hal itu tampak dari Indeks Persepsi Korupsi (IPK) yang nyungsep.
Presiden telah melarang rakyat untuk melakukan tindak pidana korupsi. Namun, jika ingin bebas korupsi, justru dihukum jadi kawan koalisi.
“Korupsi -- bukannya ekonomi -- terus meroket. Indeks Persepsi Korupsinya nyungsep. KPK-nya ikut nilep pungli. Maka, Sang Presiden melarang rakyatnya korupsi. Kalau tetap mau bebas korupsi, dihukum jadi kawan koalisi,” ujar Denny.
Untuk diketahui, Laporan Transparency Internasional terbaru menunjukkan, indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia tercatat sebesar 34 poin dari skala 0-100 pada 2022. Angka ini menurun 4 poin dari tahun sebelumnya.
Baca Juga: Buntut Rumor Kencan dengan Park Seo Joon, YouTuber Xooos Dibanjiri Hujatan
Indeks Persepsi Korupsi menggunakan skala 0 (korupsi yang tinggi) hingga 100 (korupsi yang rendah). Oleh karena itu, semakin tinggi nilai persepsi korupsi sebuah negara artinya semakin rendah pula korupsi yang terjadi di negara tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan