Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali buka suara terkait dengan kontroversi rencana majunya sosok dari Kaesang Pangarep di Pilwalkot Depok 2024.
Dirinya keheranan mengapa begitu banyak pihak yang mempermasalah usia muda dari sosok tersebut maupun sosok lainnya yang coba melakukan perubahan lewat jalur politik.
Indonesia mengamini sebuah aturan yang mengharuskan adanya syarat usia bagi seseorang untuk melakukan hal itu tetapi tidak dibarengi dengan batas maksimal maupun sampai kapan orang tersebut dapat maju dalam ranah politik. Sigit mempertanyakan hal ini.
"Entah kenapa ada pembatasan usia minimal kepala daerah dan kepala negara, tapi tidak ada pembatasan usia maksimalnya," ungkapnya lewat twitter pribadinya, dikutip Jumat (23/6/2023).
Ia mengambil contoh dari wacana majunya Kaesang. Banyak yang meragukan sosok itu karena usianya yang tergolong muda dan minimnya rekam jejak politik.
Namun Sigit berpendapat bahwa tak ada jaminan bahwa sosok dengan usia tua akan memberikan kinerja yang lebih baik maupun maksimal dari sosok yang berusia muda, tak ada korelasi antara umur dengan komitmen dalam bekera.
Lagi pula, masyarakat saja ada yang mempermasalahkan hal tersebut, mereka ingin ada perubahan yang dibawakan oleh sosok muda seperti Kaesang. Oleh karenanya, tak ada salahnya generasi muda untuk berpolitik.
"Bahkan yang sudah memenuhi syarat minimal pun dikata-katai terlalu muda, seolah-olah semakin tua malah semakin baik," tuturnya.
Baca Juga: Usai Kaesang, PSI Diduga Bakal Gaet Gibran Jadi DKI 1, Relawan Ganjar: Insya Allah Menang
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Bank Sumsel Babel Gelar Undian Pesirah 2026, Bidan di Belitang Menang Hadiah Mobil
-
Audit Investigasi Tuntas! Bukti Transfer Ungkap Praktik Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor
-
5 Poin Penting di Balik Kasus Jual Beli Jabatan ASN Bogor, Kini Dilimpahkan ke Polisi
-
Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan
-
Langkah Nyata PTBA Pulihkan Trauma dan Sekolah Rusak Pascabanjir di Sumatera
-
Sudah Melecehkan, Malah Memukul: Jejak Kriminal Mahasiswa Untirta yang Kini Diusir dari Kampus
-
Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK
-
Sidang OTT KPK OKU Bongkar Dugaan Fee Rp3,7 Miliar, Ini Alur Uangnya