Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sampai saat ini belum juga ditunjuk sebagai calon wakil presiden (cawapres).
Anies Baswedan, calon presiden (capres) Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) masih memegang hak prerogatif untuk menentukan pendampingnya.
Ada kabar Anies akan mengumumkan pendampingnya selepas ia ibadah haji di Tanah Suci.
Namun mantan Gubernur DKI Jakarta itu tidak memastikan waktu dan tempat untuk mendeklarasikan bakal cawapres. Terlebih ia pun tidak menegaskan nama AHY.
Di sisi lain, AHY pekan lalu melakukan pertemuan dengan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani. Banyak pihak menilai pertemuan ini pertanda AHY akan ditunjuk sebagai bakal cawapres untuk Ganjar Pranowo.
Namun demikian, pengamat politik Ujang Komaruddin menilai, dari beberapa kode yang muncul, KPP dan PDIP bakal beradu cepat mengumumkan AHY sebagai bakal cawapresnya.
"Ya kelihatannya siapa yang berani duluan, apakah PDIP atau Koalisi Perubahan, ini harus kita lihat juga," kata Ujang kepada KompasTV dikutip Liberte Suara, Jumat (23/6/2023).
Apalagi, tambah Ujang, bulan Juni menurut PDIP adalah bulan Bung Karno. Momen atau waktu yang simbolis ini kerap dimanfaatkan oleh PDIP untuk menentukan dan mengumumkan satu keputusan penting.
"Kita lihat apakah PDIP berani ketika bulan Bung Karno mengumumkan cawapres Ganjar. Kalau berani artinya PDIP sudah mengunci," tegasnya.
Baca Juga: AHY Antar Anies Pergi Haji, Pengamat: Sinyal Kuat Jadi Cawapres
Ujang melanjutkan, kalau PDIP sudah mengumumkan nama cawapres, sudah otomatis KPP ikut mengumumkan setelah Anies berhaji.
"Lalu nanti kemudian Koalisi Perubahan akan menyusul pasca-Anies selesai ibadah haji," tutur Ujang.
Ujang menganalisis soal waktu pengumuman bakal cawapres yang tidak ditentukan. Ia menilai bahwa posisi cawapres kini sangat menentukan kemenangan koalisi dalam pemilihan presiden (pilpres) 2024.
"Jadi selama ini memang masih ada waktu empat bulan ya untuk pikir-pikir untuk apa namanya mengatur strategi dan ritme, dalam proses yang baik," terangnya.
"Tentu tidak mudah ya mencari cawapres, karena posisi cawapres saat ini menentukan dalam konteks pemenangan. Salah memilih cawapres dapat menjadi persoalan sendiri bagi kandidat capresnya," pungkas pengamat politik itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Aksi Penembakan Pecah di Festival Budaya Lembah Baliem Papua, 2 Orang Jadi Korban
-
Amran Sulaiman Semprot Pengamat Pangan: Saat Impor Diam, Swasembada Malah Teriak!
-
Bukan Cuma Enak, Ini Alasan Udang Sulsel Jadi Favorit Orang Jepang
-
7 Cara Pakai Concealer Bawah Mata Agar Tidak Crack dan Halus Seharian
-
Flawless Tanpa Dempul! 3 Foundation Full Coverage Buat Tutupi Bekas Jerawat
-
Kang Edai dan Kemiren: Ketika Budaya Osing Menjadi Jalan Menuju Kesejahteraan Desa
-
Pembunuhan Bos Konter HP Ambarawa: Pelaku Siapkan Palu Sebelum Beraksi, Sempat Kembali Datangi TKP
-
SIM Digital Berlaku Sah Pengganti Kartu Fisik, Begini Cara Aktivasinya di HP
-
Nyoman Nadiana, Les Grow, dan Astra: Modal Lokal VS Pendampingan Tepat
-
Daftar Mobil yang Wajib Dicoba Langsung Para Perempuan di Area Test Drive GIIAS 2026