/
Senin, 26 Juni 2023 | 02:40 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah (Suara.com/Bagaskara)

Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah menyentil manuver sejumlah elite politik hingga pendukungnya yang menyalahgunakan bantuan sosial alias bansos guna mendapatkan suara dukung dari masyarakat di Pemilu 2024.

Dirinya keheranan mengapa begitu banyak pihak yang menggunakan hal yang menyalahi esensi dari pesta demokrasi, pasalnya hal itu membuat pemilik suara tak mengenal gagasan maupun perubahan yang coba dibawakan oleh jagoannya.

Menurut Fahri, pembagian bansos dalam rangka sosialisasi elite politik malah menumbuhkan anggapan bahwa pesta demokrasi dimenangkan berdasarkan seberapa banyak materil yang diberikan, bukan seberapa bagus gagasan yang dibawakan dalam pesta demokrasi.

"Ini prakondisi terhadap rakyat, kalau kamu mau mengenal pemimpinmu, kenalilah dari jumlah barang dan uang yang diberikan kepadamu. Itu sekarang di mana-mana," ujarnya dalam Youtube Zulfan Lindan Unpacking Indonesia, dikutip Senin (26/6/2023).

Hal ini perlahan membuat hubungan dari pemimpin dan masyarakat yang dipimpinnya kehilangan kesakralan sampai-sampai tak ada lagi basis kepercayaan dalam menentukan pilihan di pesta demokrasi.

Tak ada lagi upaya menjaga esensi pesta demokrasi dari kedua belah pihak karena perlahan, kepercayaan hingga gagasan yang harusnya menjadi pedang utama dalam bertarung dalam menjadi pemimpin tergantingkan dengan materil dan uang.

"Rakyat itu (jadi) punya pikiran begini, ah orang ini kan enggak jelas semua, ambil aja apa yang bisa kita ambil nanti juga jadi pejabat enggak jelas juga. Jeleknya adalah pemimpin juga berpikir, ah ini orang kan kita udah kasih, buat apa kita sungguh-sungguh bekerja buat mereka," tutur Fahri.

Load More