Pengamat politik Ahmad Khoirul Umam mencermati bahwa meskipun memiliki perbedaan, PDI Perjuangan dan Partai Demokrat sukses menggelar pertemuan Puan Maharani dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Menurutnya, politik memiliki seninya sendiri. Ini berarti PDIP dan Demokrat memiliki tujuan dari pertemuan tersebut.
"Dalam konteks ini politik tentu adalah sebuah seni dalam semua hal. Artinya bahwa komunikasi yang dulu tidak pernah dan tidak mungkin terjadi, sekarang terjadi," kata Khoirul kepada TvOne dikutip Liberte Suara, Senin (26/6/2023).
Perbedaan itu, lanjutnya, terletak pada moral etik dan politik rekonsiliasi.
"Pertama terkait dengan moral etik. Betul ada politik rekonsiliasi di sana tetapi politik dalam konteks rekonsiliasi ini juga kemudian dihadirkan untuk meletakkan tiga fundamental utama," tuturnya.
"Pertama adalah non-finance coexistence, yang kedua building confidence and trust, dan yang ketiga adalah empati," tambahnya.
Ia menilai, PDIP dan Demokrat sama-sama mengincar kemenangan pada pemilihan presiden (pilpres) 2024. Ini menjadi agenda kuat dua partai bisa saling membuka komunikasi sejak hampir 20 tahun.
"Terkait dengan (building) conficence and trust maka kemudian besar kemungkinan pertemuan ini tidak hanya semata-mata bicara tentang politik rekonsiliasi tetapi ada kalkulasi politik praktis yang kemudian bisa berimplikasi terkait dengan politik di 2024 mendatang," terang Khoirul.
Investasi inilah, kata pengamat politik Universitas Paramadina itu, yang menjadi target berikutnya sehingga agenda kerja sama politik jangka menengah hingga panjang dapat tercapai.
Baca Juga: SBY Coba Telaah Maksud Cawe-cawe Jokowi: Dia Tidak Suka Didikte Orang Tuanya
"Oleh karena itu di level ini saya berkeyakinan bahwa ini adalah sebuah investasi politik jangka menengah untuk kemudian juga bisa tentunya ditindaklanjuti untuk agenda politik jangka panjang," pungkas dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Mengenal Sandiana Soemarko, Filantropis Indonesia di Balik Berbagai Aksi Kemanusiaan
-
Penetapan Tersangka Raudi Akmal Dipertanyakan, Kuasa Hukum Singgung Putusan Pengadilan
-
Tahan Uruguay, Pelatih Tanjung Verde: Ini Utang ke Timnas Kecil
-
Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis
-
NGORBIT: Dari Skripsi ke Dunia Gaib, Perjalanan Raka di Film 'Dukun Magang'
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Prediksi Yordania vs Aljazair: Adu Taktik dan Duel Bintang Demi Lolos Fase
-
Tiga Tahun Disekap Kekasih di Bandung, Pesan Kabar Baik ke Keluarga Ternyata Akal-akalan Pelaku
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir