PDI Perjuangan akan mendapat kerugian jika menutup ruang-ruang komunikasi antarpartai.
Pasalnya, situasi pasca-pendeklarasian calon presiden (capres) Ganjar Pranowo melahirkan dinamikan yang berbeda. Salah satunya soal gelombang dukungan yang ada.
PDIP merespons dengan membuka komunikasi dengan Partai Demokrat. Puan Maharani dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada gilirannya melakukan pertemuan komunikasi.
Pengamat politik Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam menilai komunikasi yang dibangun PDIP terhadap Demokrat menjadi hal yang positif.
Akan berkebalikan jika PDIP menutup diri. Partai Megawati Soekarnoputri ini berpotensi 'dikepung' oleh berbagai elemen kekuatan jika kembali menutup ruang-ruang komunikasi antarpartai.
"Problemnya jika kemudian PDIP sendiri menutup ruang komunikasi dengan berbagai elemen maka kemudian dia (PDIP) berpotensi 'dikeroyok', 'dikepung', oleh berbagai kalangan, oleh berbagai elemen kekuatan," katanya kepada TvOne dikutip Liberte Suara, Senin (26/6/2023).
"Maka ini yang kemudian membuat PDIP harus berpikir ulang mengkalkulasikan, menstimulasikan sehingga kemudian membuka ruang komunikasi bersama, dalam konteks ini adalah Partai Demokrat," ujarnya.
Elite-elite PDIP kemudian juga melakukan pertemuan dengan partai lainnya. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Hasto Kristiyanto memainkan peran pentingnya di sini.
"Itulah mengapa Pak Hasto selaku Sekjen PDIP begitu aktif datang untuk menemui Cak Imin di PKB, datang untuk berkomunikasi dengan Sekjen Partai Demokrat. Semua itu untuk membuka ruang komunikasi," ungkapnya.
Khoirul menyimpulkan, komunikasi yang diciptakan oleh PDIP terhadap Demokrat dan partai lainnya merupakan investasi untuk menghadapi pemilihan presiden (pilpres) 2024.
"Ini adalah upaya untuk memecah kebuntuan komunikasi politik untuk mengantisipasi bagaimana kemudian rekonfigurasi kekuatan elektoral terutama ketika masuk di putaran kedua pilpres 2024 mendatang," pungkas Khoirul.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Bukan soal Nominal, Ini Alasan Pentingnya Menghargai Nilai dari Uang Kecil
-
15 HP Oppo Terbaru 2026 dan Harganya, Mana yang Cocok Buat Kantongmu?
-
HP Panas Padahal Gak Main Game? Waspada, Mungkin Ada "Tamu Tak Diundang" Lagi Ngintip
-
Perang AS-Israel vs Iran Tak Kunjung Selesai, China Kirim Pernyataan Tegas
-
Dubai dan Abu Dhabi Diskon Besar-besaran Tarif Hotel Mewah di Tengah Perang, Minat?
-
Proyek Surya dan Hidrogen Hijau di RI Dapat Suntikan Dana, Regulasi Masih Jadi Hambatan?
-
Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes
-
Menjaga Kesehatan Mental dengan Bercerita dalam Buku Psikologi Cerita
-
10 Juta Warga Kuba Hidup Dalam Kegelapan, Blackout Kedua dalam Sepekan Picu Krisis dan Protes
-
Gawat! Pasokan BBM Dunia Mulai Terganggu karena Perang