/
Senin, 26 Juni 2023 | 16:53 WIB
Dosen Ilmu Politik Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam (Antara)

Pengamat politik Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam mengatakan bahwa PDI Perjuangan dan Partai Demokrat berharap lebih pada komunikasi yang dibangun oleh Puan Maharani dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Ia mencermati bahwa akan terbangun komunikasi baru antara PDIP-Demokrat setelah pertemuan Puan-AHY.

"Artinya bahwa komunikasi yang dulu tidak pernah dan tidak mungkin terjadi, sekarang terjadi," kata Ahmad Khoirul Umam kepada TvOne dikutip Liberte Suara, Senin (26/6/2023).

Khoirul mengajak untuk mencermati lebih dalam komunikas yang coba dibangun oleh PDIP dan Demokrat. Menurutnya terdapat setidaknya tiga fundamental utama.

"Tetapi kalau misalnya kita cermati lebih detail maka sebenarnya pertemuan antara PDIP dengan Demokrat sebenarnya ini memiliki dua komposisi yang berbeda," ujar Khoirul.

"Pertama terkait dengan moral etik. Betul ada politik rekonsiliasi di sana tetapi politik dalam konteks rekonsiliasi ini juga kemudian dihadirkan untuk meletakkan tiga fundamental utama," tuturnya, menambahkan.

Ketiganya, ujar Khoirul, adalah non-finance coexistence, building confidence and trust, dan empati.

"Terkait dengan (building) conficence and trust maka kemudian besar kemungkinan pertemuan ini tidak hanya semata-mata bicara tentang politik rekonsiliasi tetapi ada kalkulasi politik praktis yang kemudian bisa berimplikasi terkait dengan politik di 2024 mendatang," terang akademisi Universitas Paramadina itu.

Khoirul menyimpulkan bahwa komunikasi antara PDIP dan Demokrat pada gilirannya akan memengaruhi pada beberapa variabel yang salah satunya adalah koalisi kedua partai.

Baca Juga: Pengamat Endus Aroma SARA di Balik Puisi Butet di Panggung PDIP

"Terkait dengan tadi, apakah kemudian hal itu memiliki implikasi terhadap koalisi, tentu memiliki implikasi yang kuat, bagaimanapun juga iman politik itu naik dan turun," pungkasnya.

Load More