/
Senin, 26 Juni 2023 | 18:31 WIB
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Perkasa bertemu dengan bakal calon presiden (capres) PDIP, Ganjar Pranowo di acara Puncak Perayaan Bulan Bung Karno di Stadion Utama GBK, Jakarta, Sabtu (24/6/2023). (Dok. DPP PDIP)

Pengamat politik Ahmad Khoirul Umam mengatakan bahwa peta politik saat ini memperlihatkan pemilihan presiden (pilpres) akan berlangsung dengan tiga pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

Ia membaca arah strategi PDI Perjuangan yang mendekatkan diri kepada Partai Demokrat karena ingin memenangkan putaran kedua.

Itu karena hanya ada dua pasangan calon (paslon) yang maju ke putaran kedua pilpres 2024, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.

"Yang kemudian memungkinkan untuk dibangun kerja sama strategis dengan Demokrat adalah putaran kedua pilpres 2024. Ini menjadi penting karena dari peta politik yang ada saat ini jika kemudian pilpres dilakukan dengan tiga pasangan capres-cawapres maka besar kemungkinan akan ada dua putaran," katanya kepada TvOne dikutip Liberte Suara, Senin (26/6/2023).

"Dengan basis data yang kita cermati selama setahun terakhir maka yang bisa maju di putaran kedua adalah Prabowo dan juga Ganjar," tambahnya.

Khoirul melihat ada semacam investasi politik yang dilakukan oleh PDIP dengan Demokrat sehingga menghasilkan kerja sama politik jangka menengah hingga panjang.

"Oleh karena itu di level ini saya berkeyakinan bahwa ini adalah sebuah investasi politik jangka menengah untuk kemudian juga bisa tentunya ditindaklanjuti untuk agenda politik jangka panjang," terangnya.

Ia melanjutkan, PDIP ingin memecah kebuntuan komunikasi politik yang terjadi sekarang. Hasil akhirnya adalah kekuatan elektoral di putaran kedua pilpres 2024.

"Ini adalah upaya untuk memecah kebuntuan komunikasi politik untuk mengantisipasi bagaimana kemudian rekonfigurasi kekuatan elektoral terutama ketika masuk di putaran kedua pilpres 2024 mendatang," pungkasnya.

Baca Juga: Musni Umar Tegaskan Anies Baswedan Bukan Tukang Ngibul: Fitnah Lebih Kejam daripada Pembunuhan

Load More