Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saidiman Ahmad menyoroti sejumlah kontroversi yang tengah menjadi pembicaraan masyarakat soal Ponpes Al Zaytun.
Dirinya menyoroti komentar dari salah satu menteri yang menyebut bahwa lembaga pendidikan tersebut serupa dengan komune. Ia bingung mengapa hal itu bisa menjadi sebuah masalah.
Komune sendiri adalah sebuah sistem kemasyarakatan yang mirip dengan negara, ia tidak dilarang di Indonesia. Saidiman menekankan hal ini dan menyebut apa salahnya jika sistem tersebut diterapkan oleh Ponpes Al Zaytun.
Pengamat ini menyebut pondok pesantren tersebut hanya berusaha untuk menjadi mandiri secara finansial dan modern, tak perlu mendapatkan kecurigaan berlebihan dari sejumlah pihak di Indonesia.
"Lembaga pendidikan yang berusaha mandiri secara finansial dan modern kok malah dicurigai," cuitnya melalui akun twitter @saidiman, dikutip Kamis (29/6/2023).
Menurutnya hal ini justru semestinya menjadi contoh untuk ditiru oleh sejumlah lembaga pendidikan lainnya untuk menjadi mandiri seperti Ponpes Al Zaytun.
"Mestinya lembaga-lembaga pendidikan lain didorong untuk sama seperti Al Zaytun, bukan malah lembaga pendidikan yang bagus mau dihentikan," jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menanggapi soal polemik pondok pesantren atau Ponpes Al Zaytun di Indramayu, Jawa Barat.
Menurut Muhadjir, Al Zaytun mirip komune, tidak seperti umumnya lembaga pendidikan pondok pesantren. Meskipun begitu ia berharap sistem mereka tak seekstrem yang pernah diterapkan oleh komune-komune lain di dunia.
Baca Juga: Geram Soal Kelakukan Pimpinan Ponpes Al Zaytun, Kader Demokrat: Sakit Jiwa
"Komune itu artinya sebuah sistem kemasyarakatan yang sudah mirip negara. Di sana sudah ada struktur, hierarki, dan regulasi. Regulasi itu sudah dibikin sedemikian rupa yang menekankan kepatuhan kepada pimpinan," kata dia selepas melaksanakan salat Idul Adha di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah Jakarta, Rabu, 28 Juni 2023.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal
-
Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
-
Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9
-
Review Unerd Beat Tempo, Sepatu Lari Rp500 Ribuan Cocok Buat Interval dan Tempo Run
-
Gempa Flores, Ratusan Paket Bantuan Darurat Disalurkan ke Lima Titik Pengungsian
-
Pantai Viral di Tengah Kota Palembang, One Ilir Beach Ramai Didatangi Warga saat Kemarau
-
Cara Top up Pulsa di BRImo Agar Dapat Cashback Spesial 17 Agustus
-
Diskon Khusus 17 Agustus di Kopi Kenangan, Nasabah BRI Merapat!